susah menelan tagged posts

Disfagia, Kondisi Yang Sebabkan Susah Menelan

Disfagia merupakan kondisi susah menelan, dalan arti membutuhkan lebih banyak usaha dibandingkan dengan biasanya untuk menggerakkan makanan dari mulut ke perut. Disfagia biasanya disebabkan karena gangguan otot atau saraf. Kondisi ini dapat menyakitkan, dan umum terjadi pada orang dewasa dan bayi. Meskipun istilah medis “disfagia” sering dianggap sebagai sebuah gejala atau tanda, istilah tersebut kadang digunakan untuk menggambarkan kondisi itu sendiri. Ada banyak penyebab disfagia, dan apabila hanya terjadi satu atau dua kali saja, mungkin tidak ada masalah medis serius yang perlu dikhawatirkan. Berbeda halnya apabila disfagia sering terjadi. Anda perlu menghubungi dokter guna mendapatkan diagnosa dan perawatan yang dibutuhkan.

Jenis-jenis disfagia

Proses menelan yang normal melibatkan pergerakan beberapa otot dan saraf. Ini merupakan sebuah proses yang sangat kompleks. Disfagia dapat disebabkan akibat gangguan susah menelan di daerah mana saja pada saat proses menelan tersebut terjadi. Ada tiga jensi umum disfagia, yaitu:

  • Disfagia oral. Juga dikenal dengan sebutan disfagia tinggi. Masalah utama pada kondisi sulit menelan ini ada pada mulut, terkadang disebabkan karena lemah lidah setelah seseorang mengidap stroke. Kesulitan mengunyah makanan dan gangguan mengirim makanan dari mulut juga dapat menjadi penyebab disfagia oral.
  • Disfagia faring. Dalam kasus ini, masalah utama ada pada tenggorokan. Gangguan di tenggorokan sering disebabkan karena masalah saraf yang memengaruhi fungsi kerja saraf, misalnya karena penyakit Parkinson dan stroke.
  • Disfagia kerongkongan. Juga dikenal dengan sebutan disfogia rendah dengan masalah ada pada daerah kerongkongan. Kondisi ini umumnya disebabkan karena adanya hambatan atau iritasi di kerongkongan. Untuk merawatnya, terkadang, prosedur bedah medis diperlukan.

Penting untuk diingat bahwa rasa sakit saat menelan merupakan bentuk lain disfagia. Namun sangat mungkin kondisi tersebut, sakit saat menelan dan susah menelan, terjadi pada saat yang sama.

Faktor risiko dan komplikasi

Faktor risiko disfagia atau sulit menelan adalah usia, dengan orang-orang yang lebih tua memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita disfagia. Ini disebabkan karean tubuh yang semakin renta. Selain itu, penyakit tertentu pada usia tua juga dapat menyebabkan disfagia, misalnya penyakit Parkinson. Kondisi neurologis seperti gangguan sistem saraf tertentu juga dapat meningkatkan risiko disfagia pada seseorang.

Susah menelan merupakan sebuah kondisi yang serius mengingat komplikasi yang menyertainya. Pneumonia dan infeksi saluran pernapasan atas dapat terjadi ketika sesuatu tertelan dan masuk ke dalam “saluran yang salah” untuk kemudian masuk ke dalam paru-paru. Selain itu, komplikasi lain meliputi malnutrisi, terutama pada orang-orang yang tidak menyadari mereka memiliki disfagia dan tidak mendapatkan perawatan medis khusus untuk menanganinya. Hal tersebut dapat menyebabkan mereka tidak mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung kinerja tubuh dan menjaga kesehatan. Dehidrasi juga dapat menjadi risiko komplikasi pada mereka yang mengalami sulit menelan. Apabila seseorang tidak dapat minum dengan baik, asupan cairan untuk mendukung fungsi tubuh dapat kurang, sehingga menyebabkan dehidrasi atau kurangnya cairan di dalam tubuh.

Meskipun susah menelan tidak dapat dicegah,  Anda dapat mengurangi risiko sulit menelan dengan makan secara perlahan dan mengunyah makanan dengan baik. Deteksi dini dan perawatan yang efektif terhadap kondisi yang menyebabkan disfagia dapat menurunkan risiko Anda mengalami sulit menelan di kemudian hari. Konsultasi dengan dokter apabila Anda merasakan adanya keluhan atau tanda-tanda sulit menelan untuk mendapatkan diagnosa dan perawatan yang dibutuhkan.

Read More