perawatan kulit tagged posts

Kelenjar Sebasea vs Kelenjar Keringat dan Apa Manfaatnya?

Kelenjar sebasea sering menjadi sasaran empuk penyebab munculnya jerawat, padahal kelenjar ini juga berperan penting di tubuh. Selain itu, penyebab jerawat bisa bermacam-macam, seperti kulit wajah yang kotor, infeksi bakteri, atau pori-pori yang tersumbat. Maka dari itu, Anda harus tahu bagaimana kelenjar sebasea dan kelenjar keringat berperan dalam fungsi kulit Anda.

Memahami sistem integumen

Setelah Anda beraktivitas berat, keringat pun akan keluar dari kulit Anda. Kira-kira, bagaimana bisa keringat itu keluar? Atau setelah seharian bekerja, Anda akan melihat kulit wajah Anda berminyak, bagaimana bisa ada minyak di kulit wajah? Minyak yang berlebih di kulit wajah Anda lama-kelamaan menimbulkan jerawat, sehingga mengganggu penampilan dan membuat Anda jadi tidak nyaman. Sebenarnya, apakah yang terjadi?

Struktur tubuh yang bertindak dalam hal ini ada di kulit Anda. Bersama dengan struktur aksesori di dalamnya, kulit akan membentuk sistem integumen. Nah, ada dua struktur aksesori yang mengeluarkan zat dari dalam tubuh Anda, yaitu kelenjar keringat dan kelenjar sebasea (kelenjar minyak). Kedua struktur ini juga termasuk kelenjar eksokrin, karena mengeluarkan zat melalui saluran ke luar tubuh.

Kelenjar sebasea

Kelenjar sebasea sering disebut sebagai kelenjar minyak, karena mengeluarkan cairan berminyak ke dalam folikel rambut atau ke permukaan kulit Anda. Folikel rambut merupakan struktur aksesori yang ada di kulit sebagai tempat produksi rambut. Di sisi folikel terdapat kelenjar sebasea yang saling berbagi saluran dengan folikel rambut. Oleh sebab itu, kelenjar ini dapat mengeluarkan cairan berminyak berbasis lipid yang disebut juga dengan sebum.

Manfaat sebum

Faktanya adalah sebum bermanfaat dalam hal:

  1. Menghambat pertumbuhan bakteri di permukaan kulit.
  2. Melumaskan rambut di kulit.
  3. Mengkondisikan kulit agar tidak kering.

Variasi kelenjar sebasea

Hal yang perlu diketahui juga kelenjar sebasea memiliki banyak jenis dan bisa berbeda setiap individu, tetapi tetap bisa menghasilkan sebum. Kelenjar sebasea paling sederhana adalah yang terhubung dengan satu folikel rambut. Kelenjar ini dianggap sederhana, karena berbagi satu saluran yang sama dengan folikel rambut. Sebumnya akan dibuang ke saluran folikel rambut, bukan langsung ke permukaan kulit.

Di sisi lain, folikel sebasea adalah bentuk kelenjar sebasea yang lebih besar. Kelenjar ini tidak berkaitan dengan folikel rambut dan langsung mengeluarkan sebumnya ke permukaan kulit. Folikel sebasea juga tidak tersebar luas seperti kelenjar sederhana, kebanyakan ada di wajah, punggung, dada, puting susu, dan daerah genital.

Lalu, bagaimana bisa sebum menyebabkan jerawat?

Cobalah bayangkan, ketika saluran kelenjar sebasea tersumbat oleh kotoran atau sel-sel kulit mati. Apa yang terjadi dengan semua sebum yang disekresikan oleh kelenjar sebasea? Yaps, yang terjadi adalah munculnya jerawat di permukaan kulit Anda. Ketika sebum menumpuk di saluran yang tersumbat, terjadi peningkatan tekanan di bawah permukaan kulit dan akhirnya, terbentuklah jerawat.

Kelenjar keringat

Seperti yang kita ketahui, setiap kali tubuh melakukan aktivitasnya dapat mengeluarkan keringat sebagai cara untuk mendinginkan tubuh. Saat Anda berolahraga, otot akan menghasilkan panas dari energi yang dipecahkan dan keringat membantu tubuh untuk menjaga darah, otak, dan organ lainnya pada suhu normal agar tetap berfungsi dengan baik.

Seperti kelenjar sebasea, kelenjar keringat juga terdiri atas beberapa jenis, yaitu kelenjar keringat apokrin dan ekrin. Kelenjar keringat ekrin hampir terdapat di seluruh bagian tubuh dan sekresi keringatnya langsung ke permukaan kulit Anda.

Sementara itu, kelenjar keringat apokrin ditemukan di area tubuh yang banyak folikel rambutnya, seperti ketiak, kulit kepala, dan daerah selangkangan. Keringat yang dihasilkan kelenjar apokrin cenderung lebih berbau daripada kelenjar ekrin, karena mengandung lipid (lemak) yang menjadi sumber makanan terbaik untuk bakteri.

Seluruh kelenjar keringat apokrin mengeluarkan keringat ke dalam folikel rambut. Kelenjar ini mulai berfungsi saat seseorang memasuki masa pubertasnya dan biasanya, terjadi pada saat stres. Tidak heran, orang-orang menyebutnya juga dengan keringat stres.

Catatan dari SehatQ

Inilah bedanya kelenjar sebasea dan kelenjar keringat yang ternyata memiliki peran penting di tubuh. Untuk mencegah jerawat, rutinlah membersihkan wajah dengan sabun dan air bersih minimal dua kali sehari atau disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis kulit Anda.

Read More

Perlukah Double Cleansing untuk Perawatan Wajah Pria?

Kebanyakan pria jarang memerhatikan penampilan wajahnya. Saat ini tak hanya wanita, pria pun harus disadarkan akan pentingnya merawat wajah. Perawatan wajah pria bukan sekadar demi mencapai estetika, melainkan juga demi kesehatan tubuh.

Bagi pria yang sering beraktivitas di luar ruangan, terkena terik matahari, polusi kendaran, debu, keringat, sebum, dan kotoran lainnya ada baiknya rutin melakukan perawatan. Perawatan double cleansing merupakan basic skincare yang wajib dilakukan. 

Apa itu double cleansing?

Double cleansing adalah metode pembersihan wajah yang terdiri dari 2 langkah. Cara ini bertujuan agar kotoran  di wajah terangkat dengan maksimal. Langkah yang pertama, menggunakan pembersih yang terdiri dari beberapa jenis pilihan, seperti:

  • Cleansing oil (berbahan dasar minyak)
  • Cleansing water (berbahan dasar air)
  • Cleansing milk (memiliki komposisi susu lebih banyak daripada minyak)
  • Cleansing balm (berbahan dasar minyak namun tidak cair)

Yang kedua, Anda bisa membasuh muka menggunakan sabun muka seperti biasa. Setelah kedua tahap tersebut dilakukan, wajah akan terasa lebih segar dan ringan.

Perawatan ini sebaiknya dilakukan secara rutin 2 kali sehari yakni sebelum memulai aktivitas di pagi hari dan setelah melakukan aktivitas di malam hari.

Mengapa harus melakukan double cleansing?

Jika selama ini pria biasanya hanya membersihkan muka menggunakan sabun muka, bahkan ada yang hanya menggunakan air saja, ternyata cara itu tidak cukup menghilangkan kotoran di wajah. Pembersihan yang tidak tuntas menyebabkan masalah kulit, yang paling umum adalah jerawat.

Kotoran yang menutup pori-pori menyebabkan minyak di lapisan kulit tersumbat, lalu mengaktifkan bakteri penyebab jerawat, kemudian memicu peradangan sehingga menimbulkan komedo dan jerawat.

Faktanya, wajah pria memproduksi minyak lebih banyak daripada wanita sehingga perawatan ini penting dilakukan. Tak hanya itu, double cleansing juga memicu regenerasi sel-sel baru dan mempersiapkan wajah menerima perawatan selanjutnya.

Cara memilih produk

Setiap kulit wajah memiliki kondisi yang berbeda-beda. Sebelumnya, Anda harus mengetahui tipe kulit yang dimiliki.

Anda bisa mengeceknya dengan cara observasi menggunakan pelembab. Caranya, bersihkan wajah dan keringkan. Oleskan pelembab selama 30 menit secara merata ke seluruh permukaan. Jika wajah tidak lengket maka kemungkinan tipe wajah Anda kering, jika muncul kilap di bagian hidung dan jidat kemungkinan bertipe kombinasi, jika mengkilap di seluruh permukaan wajah maka tipe wajah Anda berminyak. 

Pemilihan produk dengan bahan yang tidak sesuai berakibat buruk bagi wajah. Berikut ini cara pemilihan perawatan double cleansing berdasarkan tipe wajah:

  • Tipe normal

Tipe kulit ini cenderung tidak terlalu bermasalah sehingga pemilihan jenis perawatan double cleansing nya puntidak banyak pantangan dan aturan. Anda hanya perlu menjaga agar perawatan dilakukan secara rutin.

  • Tipe berminyak

Pria memiliki produksi sebum lebih banyak dari wanita karena tingginya hormon testosteron. Ini menyebabkan kulit wajah pria lebih mudah berminyak. Pada musim semi dan panas, produksinya cenderung semakin meningkat.

Bila memiliki tipe wajah ini, biasanya Anda juga semakin sering mengalami jerawat. Pilih pembersihberbahan dasar air seperti micellar water. Sebisa mungkin hindari cleansing oil, milk, atau balm karena ketiganya mengandung bahan minyak di dalamnya.

Pastikan setelah menyelesaikan rangkaian double cleansing, kulit wajah tidak terasa kering dan terasa ditarik. Hal tersebut merupakan indikasi bahwa perawatan yang diugunakan terlalu kering dan keras.

  • Tipe kering

Produksi sebum yang tidak banyak, membuat kulit lebih mudah berisik dan rentan menimbulkan luka apabila digaruk. Produk berbahan dasar minyak bisa menjadi pilihan. Selain itu, pilih juga produk dengan kandungan aloe vera agar lebih melembabkan.

  • Tipe kombinasi

Minyak biasanya muncul berlebih di zona T (area hidung dan dahi). Cleansing yang mampu mengurangi sebum sekaligus melembabkan menjadi pilihan terbaik. Sabun muka yang digunakan sebaiknya berbahan dasar alami dan tidak terlalu keras.

  • Tipe berjerawat

Tipe kulit ini membuat pemiliknya ekstra hati-hati dalam melakukan perawatan. Paling utama, sebisa mungkin hindari produk dengan bahan dasar minyak. Usahakan pilih bahan cleansing dengan klaim non-comedogenic yang artinya tidak mudah menyumbat pori dan menimbulkan komedo. Kandungan asam salisilat pada sabun muka juga bisa membantu melawan bakteri penyebab jerawat.

Hindari sabun muka yang memiliki bahan scrub karena efek gesekannya bisa membuat luka pada jerawat yang meradang.

  • Tipe sensitif

Wajah mudah mengalami inflamasi jika salah melakukan perawatan. Sebaiknya Anda memilih cleansing dengan bahan alami dan lembut serta hindari produk dengan komposisi alkohol atau fragrance di dalamnya.

Kendala perawatan wajah pria biasanya terletak pada keengganan pria melakukan rutinitas tersebut. Yang perlu diingat, perawatan ini merupakan investasi yang penting untuk kesehatan kulit di masa depan.

Read More

Menakar Tingkat Efektivitas Sabun Antiseptik

Sabun antiseptik dapat menghasilkan banyak berbusa seperti sabun biasa

Di pasar beredar begitu banyak jenis sabun yang bisa digunakan oleh manusia. Perbedaannya terletak mulai dari jenis, wangi, hingga kandungan bahan. Berkaitan dengan kandungan bahan, tersedia sabun antiseptik dan sabun biasa atau tanpa kandungan bahan yang bisa membunuh kuman.

Di dalam sabun antiseptik terkandung suatu bahan yang bersifat antibakteri. Tujuan penambahan ini sudah pasti untuk menghentikan sisa bakteri yang masih ada di kulit untuk menggandakan diri, sekaligus mengurangi hingga mencegah potensi terjadinya infeksi.

Zat kimia yang dinilai sebagai antibakteri itu umumnya adalah triclosan. Dalam penelitian skala laboratorium, penambahan triclosan memberi manfaat nyata untuk mengurangi jumlah bakteri dibanding sabun biasa. Masalahnya, di lapangan zat ini justru dinilai tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan manusia.

Jadi, sebenarnya penggunaan antiseptik itu perlu atau tidak? Untuk menjawab pertanyaan itu, ada baiknya membaca beberapa informasi mengenai efektivitas sabun antiseptik di bawah ini:

  • Mengandung Bahan Antimicrobial Aktif

Sabun antiseptik dirancang dengan bahan antimikroba atau antibakteri khusus yang tak dapat ditemukan pada sabun biasa. Pada banyak produk sabun antiseptik, bahan antibakteri aktif yang digunakan berupa triclosan dan triclocarban. Meski pada dasarnya terbukti aman digunakan, penggunaan dua jenis bahan antimicrobial ini perlahan mulai ditinggalkan. 

Itu sebabnya, beberapa merek sabun antiseptik modern telah mengganti penggunaan triclosan dan triclocarban dengan bahan antibakteri natural yang terinspirasi dari alam. Dengan begitu, manfaat melawan kuman tetap bisa didapatkan, dan faktor kesehatan keluarga juga tetap terjaga.

  • Memiliki Kandungan Timol

Agar dapat melindungi dan membersihkan tubuh dari bakteri jahat secara maksimal, sabun antiseptik juga dihadirkan dengan beberapa bahan spesial, salah satunya yaitu timol. Untuk diketahui, timol dikenal sebagai bahan antiseptik alami yang berasal dari tanaman herbal bernama timi. 

Bahan antiseptik timol sendiri didapatkan dari bagian kuncup dan minyak daun tanaman timi. Tak hanya menghasilkan wewangian khas, timol juga dikenal ampuh membersihkan kulit dan mencegah infeksi. Kandungan timol yang penuh manfaat ini akan sangat sulit ditemukan pada produk sabun biasa.

  • Lebih Efektif Membasmi Kuman

Salah satu tugas utama sabun antiseptik adalah mengurangi atau bahkan membasmi kuman penyebab penyakit. Mengingat risiko paparan kuman dalam aktivitas sehari-hari sangat tinggi, kandungan bahan pembersih dalam sabun biasa terkadang tak cukup melindungi tubuh. 

Di sinilah sabun antiseptik menawarkan peran penting. Dengan kandungan bahan antibakteri khusus, sabun antiseptik efektif melindungi tubuh dari kuman yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit, memicu pertumbuhan jamur, atau penularan penyakit.

  • Pilihan Tepat Saat Sistem Imun Lemah

Bahaya infeksi bakteri dan kuman tentu sudah menjadi rahasia umum. Ada begitu banyak penyakit, dari ringan hingga berbahaya, yang bisa muncul karena bakteri dan kuman yang bersarang di tubuh. 

Itu sebabnya, tubuh manusia sudah dilengkapi mekanisme pertahanan alami untuk melindungi diri dari penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, maupun virus. Namun, saat sedang sakit atau tidak fit, sistem imunitas tubuh manusia akan ikut melemah. 

Sebagai akibatnya, tubuh tidak mendapat perlindungan maksimal dan rentan terinfeksi kuman atau bakteri. Dalam hal ini, bahan antimicrobial yang dimiliki sabun antiseptik dapat menjadi alternatif pelindung yang baik.

***

Beberapa informasi di atas mungkin dapat menjadi pertimbangan bagi para konsumen sebelum menentukan pilihan terkait sabun antiseptik ini. Mungkin untuk beberapa hal dan kasus tertentu, sabun antiseptik bisa bermanfaat bagi Anda dan keluarga.

Namun, jika dirasa Anda tidak mendapat manfaat berarti dari sabun antiseptik yang digunakan, tak ada salahnya kembali atau tetap menggunakan sabun biasa, lho. Lagi pula, sabun biasa juga sudah cukup baik dalam hal membersihkan tubuh seseorang setelah seharian beraktivitas.

Read More