iuran bpjs tagged posts

Iuran BPJS Naik, Turun Dan Naik Lagi

Iuran BPJS kembali naik per Juli 2020

Tahukah Anda bahwa pemerintah kembali menaikkan biaya iuran BPJS Kesehatan yang diatur dalam perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan? Pemerintah membuat keputusan ini di tengah berlangsungnya pandemi Corona.

Sebelumnya, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018, iuran BPJS Kesehatan ditetapkan sebesar Rp 80.000 untuk kelas 1, Rp 51.000 untuk kelas 2, dan Rp 25.500 untuk kelas 3. Namun sekarang, kenaikan iuran akan dirasakan dan berlaku, khususnya bagi peserta mandiri yang terdiri dari Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP).

Kenaikan yang akan berlaku di tanggal 1 Juli 2020 mengalami kenaikan yang cukup banyak, yaitu:

  • Iuran peserta mandiri kelas I naik menjadi Rp 150.000, dari saat ini Rp 80.000 
  • Iuran peserta mandiri kelas II naik menjadi Rp 100.000, dari saat ini Rp 51.000 
  • Iuran peserta mandiri kelas III naik menjadi Rp 42.000, dari saat ini Rp 25.500

Hal ini tentu saja meresahkan masyarakat, apalagi kondisi ekonomi di tengah pandemi Corona memberikan berbagai macam dampak yang cukup mencemaskan. Karena kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang sangat tinggi, yaitu nyaris dua kali lipat dari iuran sebelumnya, banyak masyarakat yang memilih untuk menurunkan kelas untuk meringankan beban ekonomi.

Prosedur yang perlu Anda lakukan untuk turun kelas BPJS tidaklah sulit, Kepala Humas BPJS Kesehatan, Iqbal Anas Ma’ruf mengungkapkan, prosedur turun kelas bagi peserta mandiri masih sama. Berikut syarat perubahan kelas rawat: 

  1. Perubahan kelas rawat dapat dilakukan setelah 1 tahun dan harus diikuti perubahan kelas rawat oleh seluruh anggota keluarga. 
  2. Peserta yang melakukan perubahan kelas perawatan pada bulan berjalan, maka kelas perawatan barunya akan berlaku pada bulan selanjutnya. 
  3. Adapun persyaratan perubahan kelas rawat, yaitu membawa Kartu Keluarga (KK) asli dan atau salinan KK. 
  4. Bagi peserta yang belum melakukan Autodebet rekening tabungan dilengkapi dengan fotokopi buku rekening tabungan BNI/BRI/Mandiri/BCA (dapat menggunakan rekening tabungan Kepala Keluarga/anggota keluarga dalam Kartu Keluarga/penanggung) dan formulir autodebet pembayaran iuran BPJS Kesehatan bermaterai Rp 6.000.

Pada awalnya pemerintah berencana menaikkan iuran BPJS Kesehatan di awal tahun 2020, yang mengacu pada Perpres 75 Tahun 2019. Dikarenakan mewabahnya virus Corona di Indonesia serta menurunnya kemampuan ekonomi masyarakat, pemerintah membatalkan kenaikan yang terjadi pada awal tahun 2020 ini dan mengganti kenaikan iuran BPJS di 1 Juli 2020.

Lalu bagaimana jika Anda sudah terlanjur membayar iuran BPJS Kesehatan yang sudah naik di awal tahun ini?  Jadi iuran Program JKN-KIS untuk peserta mandiri dari bulan Januari sampai Maret 2020 yang tetap mengacu pada Perpres 75 tahun 2019 yaitu sebesar Rp160.000 untuk kelas I, Rp110.000 untuk kelas II, dan Rp42.000 untuk kelas III akan kembali mengacu pada Peraturan Presiden 82 tahun 2018 yaitu sebesar Rp80.000 untuk kelas I, Rp51.000 untuk kelas II, dan Rp25.500 untuk kelas III terhitung per 1 April 2020. Apabila Anda termasuk peserta JKN-KIS yang masih membayar iuran sesuai dengan besaran sesuai Perpres 75 Tahun 2019, kelebihan pembayaran akan dikembalikan atau digunakan sebagai saldo untuk pembayaran iuran Anda di bulan berikutnya.

Apabila Anda masih mendapat kendala terkait status kepesertaan, tagihan serta membutuhkan informasi lainnya, Anda dapat langsung menghubungi BPJS Kesehatan Care Center di 1500 400.

Read More