bahaya merkuri tagged posts

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Keracunan Merkuri

Ikan laut berpotensi memiliki kandungan merkuri tinggi

Merkuri adalah salah satu unsur alami yang banyak ditemukan di udara, air, dan tanah. Bentuk sangat beracun dari merkuri, yang dikenal dengan nama methylmercury, dapat ditemukan di ikan, kerang, dan hewan-hewan lain yang mengonsumsi ikan sebagai makanan utamanya.  Beberapa jenis ikan yang mengandung banyak merkuri adalah ikan tua mata besar, ikan pedang, ikan hiu, ikan marlin, dan ikan mackerel raja. Banyak dari ikan ini digunakan dalam hidangan susi, dengan konsumsi ikan dan kerang menjadi penyebab utama keracunan merkuri pada manusia. 

Sumber merkuri selain ikan dan makanan laut adalah bohlam lampu fluorescent yang menggunakan listrik untuk mengeluarkan uap merkuri dan termometer demam merkuri yang terbuat dari gelas. Paparan merkuri dalam jumlah yang tinggi dapat menyebabkan keracunan merkuri dan membahayakan otak, jantung, ginjal, paru-paru, serta sistem kekebalan tubuh. Kadar methylmercury yang tinggi di aliran darah pada bayi yang belum lahir dan anak-anak dapat membahayakan perkembangan sistem saraf mereka, membuat anak-anak kesulitan belajar dan berpikir. Apabila seseorang menderita keracunan merkuri, ia akan menunjukkan beberapa gejala seperti gangguan penglihatan periferal, gangguan sensasi, kurangnya koordinasi, kesulitan berbicara, mendengar, dan berjalan, serta kelemahan otot. Paparan merkuri dalam jumlah yang sangat tinggi dapat memengaruhi ginjal, menyebabkan kegagalan sistem pernapasan, dan bahkan kematian. 

Efek ekologis dan kesehatan merkuri

Paparan merkuri dalam kadar yang tinggi dapat membahayakan otak, jantung, paru-paru, ginjal, dan sistem kekebalan tubuh bagi semua orang, tidak peduli jenis kelamin ataupun usia. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ikan dalam jumlah yang wajar tidak menyebabkan kekhawatiran kesehatan. Akan tetapi, penelitian juga menunjukkan kadar methylmercury yang tinggi pada aliran darah bayi yang belum lahir dan anak-anak dapat mengganggu perkembangan sistem saraf mereka. 

Dalam sisi ekologis, burung dan hewan mamalia yang mengonsumsi ikan lebih terpapar keracunan merkuri dibandingkan dengan hewan lain di ekosistem air. Predator yang mengonsumsi hewan pemakan ikan juga rentan terpapar merkuri. Paparan methylmercury dalam jumlah yang tinggi pada hewan-hewan ini dapat menyebabkan kematian, berkurangnya reproduksi, pertumbuhan dan perkembangan yang lebih lambat, serta perilaku yang tidak normal. 

Lembaga Obat dan Makanan (FDA) Amerika menyarankan para wanita yang ingin hamil, yang sedang hamil, ibu menyusui, dan orangtua dari anak berusia muda untuk mengonsumsi ikan dan kerang dalam jumlah yang tidak berlebihan. Ikan merupakan bagian penting dalam diet, menyediakan nutrisi yang memiliki peran dalam mendukung kesehatan seseorang. Untuk itu, FDA juga menyarankan agar orang-orang tidak menghindari mengkonsumsi ikan dan hanya makan ikan yang memiliki kadar methylmercury rendah. 

Efek samping keracunan merkuri

Bagi janin, bayi, dan anak-anak, efek kesehatan utama keracunan merkuri adalah adanya gangguan perkembangan saraf. Paparan methylmercury di rahim, yang dapat disebabkan karena ibu hamil mengonsumsi ikan dan kerang, dan memengaruhi perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Efek ini juga akan memengaruhi kemampuan berpikir kognitif, ingatan, kewaspadaan, bahasa, motorik halus, dan keterampilan spasial visual pada anak-anak yang terpapar methylmercury di rahim.  

Merkuri dapat ditemukan di mana saja, mulai dari makanan (khususnya makanan laut), thermometer, baterai, dan juga lampu. Dalam jumlah yang wajar, mengonsumsi makanan laut seperti ikan dan kerang tidak akan menyebabkan keracunan merkuri. Mengingat ikan dan kerang mengandung asam lemak omega 3 yang baik bagi kesehatan, berhenti mengonsumsinya untuk menghindari keracunan merkuri bukanlah solusi yang terbaik. Untuk mengurangi risiko, konsumsi ikan dalam takaran yang wajar dan pilih ikan yang sedikit mengandung methylmercury.

Read More