antibiotik makrolida tagged posts

Antibiotik Makrolida: Cara Kerja, Manfaat, dan Efek Sampingnya

Apakah Anda ingat setiap kali berobat, dokter tidak lupa meresepkan antibiotik juga? Antibiotik merupakan senyawa kimia yang dihasilkan secara sintetik untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri di dalam tubuh. Antibiotik juga dapat dihasilkan secara alami dari mikroorganisme tertentu, seperti fungi atau jamur. Antibiotik banyak sekali macamnya, salah satunya adalah antibiotik makrolida.

Mengenal antibiotik makrolida.

Antibiotik makrolida adalah jenis antibiotik yang dihasilkan dari kelompok bakteri Streptomyces dan memiliki struktur kimia yang kompleks (makrosiklik). Bakteri Streptomyces merupakan bakteri pembentuk spora yang tumbuh lambat di tanah atau air sebagai miselium berserabut dan bercabang yang mirip dengan jamur.

Beberapa jenis bakteri yang dapat dilawan dengan antibiotik makrolida adalah Mycoplasma pneumoniae, Chlamydophila pneumoniae, Chlamydia trachomatis, Corynebacterium diphtheriae, Treponema pallidum, Propionibacterium acnes, dan Borrelia burgdorferi. Selain itu, juga pada spesies Legionella dan Campylobacter, sertabakteri golongan aerobik dan anaerobik, terutama Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae dan Streptococcus pyogenes.

Cara kerja antibiotik makrolida.

Bakteri pada antibiotik makrolida bekerja dengan menghambat sintesis protein, terutama memblokir subunit ribosom 50S pada bakteri lawannya. Diblokirnya protein ini akan menghambat pertumbuhan bakteri lawan di dalam tubuh, sehingga bakteri pun mati.

Antibiotik makrolida telah dianggap sebagai obat untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan bawah saat penisilin tidak ada. Akibatnya, tidak jarang bakteri penyebab infeksi tersebut resisten terhadap antibiotik makrolida. Oleh sebab itu, masih sering diperlukan obat lain untuk mengalahkan bakteri-bakteri yang resisten terhadap makrolida.

Manfaat antibiotik makrolida.

Antibiotik makrolida hanya bekerja efektif dalam mengobati infeksi bakteri yang terkait dengan kondisi berikut.

  • Infeksi telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), meliputi otitis media, labirinitis, sinusitis, tonsilitis, dan radang tenggorokan.
  • Infeksi pada bagian dada, termasuk pneumonia, bronkitis, dan batuk rejan.
  • Infeksi kulit, seperti eksim, psoriasis atau jerawat yang telah terinfeksi.
  • Infeksi mulut dan gigi, seperti gingivitis (infeksi pada gusi) dan abses gigi (infeksi pada akar gigi).
  • Penyakit menular seksual, seperti klamidia dan sifilis.
  • Penyakit lyme, yaitu infeksi bakteri melalui kutu rusa.
  • Keracunan makanan (foodborne diseases) akibat infeksi bakteri pada unggas.

Selain itu, antibiotik makrolidaa juga bisa diresepkan dokter untuk mencegah infeksi bakteri tertentu. Misalnya, jika Anda menderita penyakit sel sabit atau limpa Anda telah diangkat (splenektomi). Anda mungkin perlu menggunakan antibiotik secara teratur untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri.

Kontraindikasi antibiotik makrolida.

Kontraindikasi adalah kondisi yang menyebabkan suatu obat tidak boleh digunakan karena menyebabkan efek yang berbahaya. Makrolida tentu tidak boleh digunakan pada orang yang memiliki reaksi alergi terhadapnya. Gejalanya bisa berupa wajah, bibir, atau mata bengkak, sulit bernapas, serta ruam atau gatal di kulit. Jika Anda mengalami salah satu atau lebih gejala tersebut, maka hentikan pemakaian obat dan segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Selain itu, penggunaan antibiotik makrolida (klaritromisin atau eritromisin) bersamaan dengan obat astemizole, cisapride, pimozide, atau terfenadine dikontraindikasikan. Hal ini karena bisa menyebabkan takikardia, fibrilasi ventrikel, dan gangguan irama jantung. Efek ini kemungkinan besar disebabkan oleh terhambatnya metabolisme obat tersebut oleh klaritromisin atau eritromisin.

Efek samping antibiotik makrolida.

Beberapa efek samping umum (1 dari 10 orang) yang terjadi dari penggunaan antibiotik makrolida adalah sebagai berikut.

  • Sakit perut.
  • Diare.
  • Mual dan muntah.

Sementara itu, efek samping yang tidak umum terjadi (1 dari 100 orang), seperti:

  • Pusing.
  • Iritasi perut.
  • Gangguan pencernaan (dispepsia).
  • Ruam kulit.

Adapun efek samping makrolida yang jarang (1 dari 1.000 orang) dan sangat jarang (1 dari 10.000 orang) dialami adalah:

  • Penyakit kuning.
  • Heart arrhythmias, yaitu gangguan detak jantung.
  • Sindrom Stevens-Johnson, yaitu reaksi alergi yang sangat parah.
  • Tinnitus, yaitu telinga berdenging.

Catatan

Antibiotik makrolida merupakan obat yang penggunaannya harus dengan resep dokter. Jadi, pastikan Anda telah melakukan pemeriksaan dan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Jika Anda mulai mengalami reaksi alergi atau efek samping lainnya, jangan tunda untuk konsultasikan hal tersebut dengan dokter Anda.

Read More