Perhatikan Gejalanya, Hepatitis C Akut dan Kronis Berbeda

Apakah Anda pernah mendengar penyakit hepatitis C? Jika, ya, seberapa banyak pemahaman Anda soal penyakit yang menyerang hati ini?

Hepatitis C merupakan peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C. Penyakit ini banyak diderita di seluruh dunia.

Hepatitis C disebabkan oleh virus, yakni HCV. Orang dengan faktor risiko tinggi kudu berhati-hati lantaran virus ini bisa menginfeksi kapan saja.

Hepatitis C dibedakan ke dalam dua kluster berdasarkan tingkat keparahan atau gejala yang dideritanya. Kedua kelompok itu adalah hepatitis C akut dan kronis.

Sederhananya, hepatitis C akut dapat diartikan ketika virus itu menginfeksi tubuh seorang manusia dalam kurun waktu kurang-lebih enam (6) bulan. Sementara hepatitis C kronis cenderung menetap di dalam tubuh manusia dalam jangka waktu yang panjang atau menahun.

Virus HVC menginfeksi tubuh manusia secara bertahap, artinya, tak bisa seseorang sekonyong-konyong langsung mendapatkan kenyataan pahit bahwa dirinya terkena hepatitis C kronis. Akan tetapi, yang jadi masalah adalah, banyak orang tak dapat mengenali gejala awal atau gejala dari hepatitis C akut yang mana sebagai fase awal infeksi virus ini, sehingga banyak orang terlabat dalam menangani dan mengetahui dirinya sudah masuk ke fase ke dua atau hepatitis C kronis.

Namun, tetap saja ada beberapa hal yang bisa Anda gunakan sebagai deteksi awal saat virus hepatitis C mulai menginfeksi Anda. Nah, apa saja yang harus Anda ketahui untuk dapat membedakan antara hepatitis C akut dan kronis?

  • Hepatitis Akut

Hanya sekitar 1 dari setiap 3 atau 4 orang yang memiliki gejala selama 6 bulan pertama infeksi hepatitis C. Tahap ini dikenal sebagai hepatitis C akut.

Jika gejala hepatitis C akut berkembang, biasanya timbul beberapa minggu setelah infeksi. Gejalanya kurang lebih adalah:

  • Suhu tinggi 38C (100,4F) atau lebih;
  • Kelelahan;
  • Kehilangan selera makan;
  • Nyeri perut bagian atas, terutama di sebelah kanan;
  • Warna urine gelap;
  • Buang air besar berwarna terang;
  • Mual dan sakit perut;
  • Demam ringan dan menggigil;
  • Sakit otot;
  • Kehilangan selera makan;
  • Perubahan suasana hati;
  • Nyeri sendi;
  • Gatal kulit

Sekitar 1 dari 5 orang yang mengalami gejala hepatitis C awal ini juga akan mengalami mata dan kulit yang menguning. Ini dikenal sebagai penyakit kuning atau jaundice.

Pada sekitar 1 dari 4 orang yang terinfeksi hepatitis C, sistem kekebalan akan membunuh virus dalam beberapa bulan dan orang tersebut tidak akan memiliki gejala lebih lanjut, kecuali jika mereka terinfeksi lagi.

  • Hepatitis Kronis

Gejala hepatitis C jangka panjang (kronis) dapat sangat bervariasi. Pada beberapa orang, gejalanya mungkin hampir tidak terlihat. Di beberapa negara, mereka yang terinfeksi hepatitis C dapat memiliki dampak signifikan pada kualitas hidup mereka.

Gejala-gejalanya juga bisa hilang untuk jangka waktu yang lama, meski tetap memiliki kemungkinan untuk kembali terserang. Beberapa masalah paling umum yang dialami olehpenderita hepatitis C kronis meliputi:

  • Merasa lelah sepanjang waktu;
  • Sakit dan nyeri sendi dan otot;
  • Merasa seperti sakit;
  • Masalah dengan ingatan jangka pendek, konsentrasi dan menyelesaikan tugas-tugas mental yang kompleks seperti aritmatika mental – banyak orang menggambarkan ini sebagai “brain fog” – atau kebingungan, susah fokus, dan pelupa;
  • Perubahan suasana hati;
  • Depresi atau kecemasan;
  • Gangguan pencernaan atau kembung;
  • Kulit yang gatal;
  • Sakit perut

Jika tidak diobati, kondisi hepatitis C kronis ini pada akhirnya akan berkembang dan menimbulkan permesalahan lain pada kesehatan Anda. Anda mungkin saja dapat terserang hati parut atau yang dikenal dengan sirosis. Tanda-tanda sirosis dapat mencakup penyakit kuning, muntah darah, kotoran hitam, dan penumpukan cairan di kaki atau perut.

Oleh karenanya, segera lakukan pemeriksaan agar mendapat penanganan awal sejak tubuh Anda terserang virus hepatitis C. Hal ini menyangkut nyawa Anda. Kesehatan dan keselamatan Anda ke depannya bergantung pada tindakan awal ini.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>