Mengapa kita menunda-nunda atau prokrastinasi?

Hasil penelitian dari Universitas Stockholm telah mengkonfirmasi bahwa prokrastinasi atau penundaan bukan hanya masalah manajemen waktu. Dalam studi tersebut, para peneliti menemukan bahwa alasan emosional seringkali menjadi pemicu Anda untuk menunda-nunda suatu pekerjaan, dan beberapa orang mengklaim bahwa mereka sengaja membiarkan hal-hal sampai menit terakhir karena mereka bekerja lebih baik di bawah tekanan, tetapi sebenarnya hal tersebut hanya menambah stres Anda.

Orang yang menunda-nunda memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dan kesejahteraan yang lebih rendah. Di dunia nyata, keterlambatan yang tidak diinginkan sering dikaitkan dengan tabungan pensiun yang tidak memadai dan kunjungan medis yang terlewatkan.

Mengapa kita menunda-nunda atau prokrastinasi?

Ketika merujuk pada penundaan, beberapa orang mungkin menganggapnya sebagai manajemen waktu yang buruk, ketidakmampuan untuk mengatur dan memprioritaskan tugas, yang berarti bahwa Anda melakukannya pada menit terakhir, atau bahkan melewati tenggat waktu yang Anda miliki.

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa prokrastinasi sebenarnya adalah reaksi yang kompleks dan sering maladaptif terhadap berbagai faktor stres yang dirasakan.

Satu studi menemukan bahwa penundaan berhubungan positif dengan kerentanan psikologis. Penelitian lain menunjukkan bahwa orang yang cenderung menunda tugas sampai saat-saat terakhir mungkin memiliki self esteem yang lebih rendah.

Efek prokrastinasi pada kesehatan

Dalam penelitian oleh Sirois dan Timothy Pychyl, Ph.D. dari Universitas Carleton di Ottawa, Kanada – menyarankan bahwa orang dapat menggunakan penundaan sebagai “perbaikan kilat” untuk suasana hati negatif yang diciptakan oleh stres yang berkaitan dengan tugas tertentu.

Apakah prokrastinasi dapat memberikan manfaat?

Dalam sebuah penelitian di The Journal of Social Psychology, Choi dan Chu mengutip penelitian sebelumnya yang berpendapat bahwa “tidak semua penundaan mengarah pada hasil negatif.”  

Terdapat dua jenis prokrastinator, yaitu:

  • Prokrastinator pasif tidak bermaksud menunda penyelesaian tugas, tetapi tetap melakukannya karena mereka tidak dapat “membuat keputusan dengan cepat dan […] menindakinya dengan cepat.”
  • Prokrastinator aktif sengaja menunda penyelesaian tugas, karena mereka lebih suka bekerja di bawah tekanan, karena memungkinkan mereka untuk “merasa tertantang dan termotivasi.”

Meskipun prokrastinator aktif mampu merencanakan kegiatan secara terorganisir, mereka tidak membatasi diri untuk mengikuti jadwal yang sudah direncanakan atau struktur waktu.

Prokrastinator seperti itu membiarkan diri Anda fleksibel dalam menghadapi perubahan dan tuntutan baru, sehingga Anda dapat secara spontan menyelesaikan beberapa tugas yang saling bersaing. Dengan kata lain, prokrastinator aktif mungkin memiliki waktu terstruktur yang lebih fleksibel dan lebih sensitif terhadap perubahan tuntutan yang ada di lingkungan Anda.

Prokrastinasi menyangkut kreativitas

Psikolog Adam Grant, dari University of Pennsylvania di Philadelphia, berpendapat bahwa orang-orang yang “prokrastinasi” menyelesaikan tugas untuk sementara waktu – sehingga terlibat dalam penundaan yang moderat atau level sedang – sering dapat memunculkan ide-ide orisinal tentang bagaimana menyelesaikan tugas tersebut daripada orang-orang yang memulai pekerjaan mereka secara langsung.

Grant menjelaskan bahwa hubungan antara penundaan sedang dan orisinalitas mungkin ada karena ketika Anda secara aktif menunda tugas untuk sementara waktu, keasyikan Anda dalam melakukan tugas itu sendiri tidak hilang.  Sebaliknya, pekerjaan yang tertunda “berjalan” di otak Anda, sehingga memberi Anda waktu untuk menemukan solusi inovatif.

Jadi apakah Anda termasuk orang yang cenderung melakukan prokrastinasi? 

Menunda tugas Anda atau prokrastinasi untuk sementara mungkin tidak berbahaya dan memungkinkan Anda untuk menilai tugas yang ada secara lebih imajinatif. Tetapi, jika Anda merasakan prokrastinasi secara terus menerus segera kunjungi dokter untuk diskusi lebih lanjut mengenai masalah Anda.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>