Meminimalisir Jet Lag dengan Atur Ulang Jam Sirkadian

Setelah liburan panjang, jet lag selalu menjadi topik di manapun. Sekolah, kampus hingga kantor. Ketika kita melakukan perjalanan jarak jauh melintasi beberapa zona waktu, beberapa dari kita dapat bertahan dari perjalanan tanpa merasa ada masalah dengan tubuh. Mereka yang terbang kembali dari luar negeri mungkin akan diserang oleh gejala jet lag – kelelahan, insomnia, gangguan pencernaan, dan sakit kepala – selama beberapa hari saat mereka kembali bekerja.

Menurut Dr. Charles A. Czeisler, direktur Divisi Kedokteran Tidur di Harvard Medical School, jet lag disebabkan oleh ketidaksejajaran antara lingkungan eksternal dan jam internal di otak (jam sirkadian) yang mendorong kinerja harian kita, kewaspadaan, dan kemampuan untuk tidur.

Bagaimana Jet Lag Bisa Terjadi?

Jam master internal kita terdiri dari sekelompok 20.000 neuron di otak tepat di atas saraf optik yang bekerja mengontrol ritme sirkadian kita. Sebagai tanggapan terhadap cahaya dan isyarat lain dari lingkungan, ia mengoordinasikan fungsi sistem tubuh yang berbeda selama 24 jam dan mengatur kapan kita tidur dan bangun.

 Ketika lingkungan berubah, jam internal kita menggunakan isyarat lingkungan untuk mengatur ulang secara bertahap, dengan rata-rata satu jam sehari. Jika Anda melewati beberapa zona waktu dalam hitungan jam, tidak ada cukup waktu untuk jam internal Anda untuk menyinkronkan tubuh Anda dengan zona waktu baru. Akibatnya, muncullah banyak gejala yang kita kenal sebagai jet lag.

Bagaimana Cara Meminimalisir Jet Lag?

Jika Anda akan melakukan perjalanan bisnis atau liburan musim dingin dalam waktu dekat, Anda mungkin dapat meminimalkan efek dari zona waktu persimpangan dengan memberikan jam internal Anda beberapa petunjuk yang bermanfaat. Jika tujuan Anda hanya satu atau dua zona jauhnya, Anda mungkin hanya perlu melakukan sedikit penyesuaian, seperti makan, tidur, dan bangun lebih awal dari biasanya. Tetapi jika Anda melintasi beberapa zona waktu, Anda mungkin ingin mencoba beberapa hal berikut ini:

  • Secara bertahap lakukan peralihan sebelum perjalanan. Selama beberapa hari sebelum Anda pergi, pindahkan waktu makan dan waktu tidur secara bertahap lebih dekat ke jadwal tujuan Anda
  • Jaga tubuh tetap terhidrasi. Selama penerbangan, minum banyak cairan, tetapi jangan yang mengandung  kafein atau alkohol. Kafein dan alkohol bisa menyebabkan dehidrasi, yang memperburuk gejala jet lag dan mengganggu tidur
  • Gunakan matahari untuk membantu Anda menyesuaikan kembali jam tubuh Anda. Jika Anda harus bangun lebih awal di tempat tujuan Anda, keluarlah di pagi hari. Jika Anda perlu bangun agak siang, berjemurlah di bawah sinar matahari sore

Jika Anda sering mengalami masa jet lag yang parah, cobalah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui apakah ada saran lain untuk membantu Anda mengatur jam sirkadian dengan lebih baik.

Tags:  ,

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>