Manfaat Buah Jenitri, Buah Titisan Dewa yang Jarang Terdengar

Tahukah Anda buah jenitri? Atau Anda sudah pernah memakannya langsung? Buah jenitri telah dikenal sebagai buah titisan dewa. Jenitri sendiri merupakan tanaman yang tumbuh di daerah tropis, termasuk Indonesia. Beberapa daerah di Indonesia yang melimpah hasil buah jenitrinya adalah Jawa Tengah, Kalimantan, Bali, dan Timor. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui terkait khasiat buah jenitri untuk kesehatan tubuh.

Tanaman jenitri bermanfaat mulai dari batang, kulit, buah, dan bijinya. Sebagian masyarakat ada yang memanfaatkan kayunya untuk pertukangan dan sebagai bahan baku alat musik, seperti gitar dan piano. Adapun kulit buah jenitri berwarna biru keunguan, sedangkan bijinya berwarna kecoklatan. Buah jenitri memiliki biji yang keras, sehingga sering dimanfaatkan untuk membuat kerajinan tangan, seperti tas, gelang, kalung, dan lainnya.

Di sisi lain, buah jenitri juga memiliki sejuta khasiat untuk kesehatan tubuh yang diyakini masyarakat dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Namun, apakah ini benar adanya?

Buah jenitri, buah titisan dewa

Istilah penyebutan buah jenitri di setiap daerah berbeda-beda. Masyarakat suku Sunda menyebutnya dengan Ganitri, Katulampa, dan mataSiwa. Adapun istilah lainnya adalah Sambung Susu (Jawa), Klitri (Madura), Biji Mala (Bali), dan BijiSima (Sulawesi Selatan).

Mungkin Anda masih bertanya-tanya, alasan buah jenitri dianggap sebagai buah titisan dewa. Istilah ini telah lama diberikan pada buah jenitri, diduga karena pemanfaatannya untuk membuat tasbih yang sering digunakan umat Hindu untuk berdoa. Banyak masyarakat meyakini bahwa tasbih dari biji jenitri dapat menghapus dosa-dosa. Bahkan, buah jenitri dikenal juga dengan Rudraksha atau Dewa Siwa, yaitu cerita legenda yang terkenal di tanah Hindustan, India. Inilah yang membuat adanya kepercayaan religius masyarakat terhadap buah ini.

Manfaat buah jenitri yang belum banyak orang tahu

Selain untuk membuat tasbih, ternyata buah jenitri dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal, karena bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Manfaatnya ini mulai dari sebagai obat penenang, antihipertensi, antiepilepsi, antidepresi, antidiabetik, analgesik, antibakteri, dan antiiflamasi. Meskipun begitu, penelitian secara ilmiah terkait manfaat buah jenitri untuk kesehatan tubuh ini masih terbatas.

Sebuah penelitian pada tahun 2011 yang diterbitkan oleh jurnal Agritech, menunjukkan bahwa kulit buah jenitri mengandung senyawa antosianin sebesar 23,87 mg per 100 gram. Antosianin digunakan sebagai pewarna alami makanan yang lebih sehat untuk menggantikan pewarna sintetik, khususnya warna merah yang sudah dilarang, yaitu FD&C Red # 40 dan FD&C Red # 3.

Penelitian lainnya pada tahun 2016 yang diterbitkan oleh jurnal Bioedukasi, menunjukkan bahwa biji buah jenitri dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen di dalam tubuh, seperti bakteri E. coli, Salmonella typhi, dan Shigella dysenteriae. Hal ini karena adanya senyawa flavonoid, glikosida, alkaloid, tanin, dan saponin yang memiliki efek sebagai antibakteri.

Kandungan kimia dalam inti biji buah jenitri didominasi oleh lemak, sehingga dapat diolah menjadi minyak biji jenitri. Hanya saja, kandungan asam lemak bebasnya ternyata tinggi, sedangkan asam lemak tidak jenuhnya masih rendah. Merujuk pada Jurnal Penelitian Pangan pada tahun 2016 terkait pemanfaat biji buah jenitri untuk minyak, menjelaskan bahwa minyak jenitri dapat digunakan sebagai bahan baku bioenergi apabila kandungan asam lemak bebasnya dikurangi hingga satu persen.

Catatan

Inilah beberapa manfaat buah jenitri yang belum banyak diketahui. Melihat masih terbatasnya penelitian ilmiah yang ada terkait buah ini, memang masih diperlukan penelitian lebih lanjut terkait pemanfaatannya dalam dunia medis. Oleh sebab itu, buah jenitri belum bisa dijadikan sebagai obat pengganti resep dokter, karena masih kurangnya bukti yang valid terkait hal ini.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>