Dampak Buruk Cerita Horor Bagi Psikis Pada Anak-Anak

Menonton film dengan tema cerita horor memang seru, apalagi jika dilakukan bersama dengan keluarga. Rasa tegang dan deg-degan bisa dinikmati bersama. Akan tetapi, cerita horor ternyata bisa menimbulkan dampak buruk pada anak-anak terutama dari sisi psikisnya. Berikut ini akan dijelaskan beberapa dampak buruk tersebut. Simak penjelasan lengkapnya. 

cerita horor
  1. Gangguan tidur

Cerita horor dalam film atau buku tentu terasa menakutkan. Saking menakutkannya, terkadang cerita tersebut terbawa hingga ke dalam mimpi. Seriingnya mengalami mimpi buruk akan memperburuk kualitas tidur anak. Selain mimpi buruk, gangguan tidur lain mungkin dialami karena menonton atau membaca cerita horor. Kesulitan tidur atau insomnia bisa terjadi. Insomnia ini bahkan dapat berlangsung lama jika rasa takut terus menghantui pada anak. 

  1. Berperilaku agresif

Masa perkembangan anak lebih banyak belajar melalui apa yang mereka lihat. Umumnya, anak-anak akan menirukan gerakan atau ucapan yang mereka tonton di film. Genre film berupa horor seringkali menampilkan adegan kekerasan dalam adegannya. Anak pun dapat terpengaruh untuk ikut berperilaku agresif seperti marah, berteriak, suka membanting, memukul, mencubit, dan lain sebagainya hanya dari menonton film horor saja. Anak yang sering menonton film horor juga cenderung memiliki mental sebagai tukang bully

  1. Mengalami kecemasan

Dampak buruk lainnya dari menonton film cerita horor adalah mengalami kecemasan. Pada taraf normal, kecemasan memang tidak mengganggu dan dialami semua orang. Akan tetapi, kecemasan yang ditimbulkan pada anak akibat menonton film horor dapat mempengaruhi perkembangannya. Kecemasan tersebut bahkan bisa berkembang menjadi fobia yang bertahan lama. Apabila hal ini dialami oleh anak, kunjungi psikolog untuk mendapat bantuan.  

  1. Halusinasi

Berbagai adegan dalam film cerita horor seringkali tidak sesuai dengan kehidupan yang dijalani. Anak yang belum memiliki pengalaman hidup, cenderung kebingungan untuk merespon film yang telah ditonton. Film horor yang meninggalkan rasa takut dan cemas bisa membuat anak mengalami halusinasi. Umumnya, anak menjadi kesulitan dalam membedakan mana yang nyata  dan mana yang hanya fantasinya saja. 

  1. Melekat di ingatan 

Anak-anak mudah mengingat sesuatu termasuk ketika mereka menonton film horor. Adegan demi adegan yang seram akan melekat di ingatan anak-anak. Tubuh biasanya akan menimbulkan reaksi atas rasa takut anak karena menonton film horor seperti menangis dan mual. Apabila film cerita horor telah melekat dalam ingatan, maka akan sulit menghilangkannya. Hal tersebut dapat membuat anak menjadi traumatik.

  1. Hilangnya rasa semangat

Dampak terakhir menonton film cerita horor pada anak yaitu hilangnya rasa semangat. Bagaimana hal tersebut terjadi? Saat anak selesai menonton film horor, umumnya mereka akan merasa cemas dan ketakutan. Hal tersebut dapat bertahan lama hingga membuat tubuh menjadi lemas dan lesu. Rasa tidak semangat pun muncul dan menjadi-jadi. Pola makan mungkin terpengaruh sebab nafsu makan pada anak turun setelah menonton film horor.  

Cerita horor pada film ternyata bisa berdampak cukup buruk bagi psikis anak. Oleh karena itu, Anda perlu mengawasi tontonan atau bacaan tentang cerita horor. Masih banyak sajian hiburan dan edukasi selain cerita horor yang bisa diberikan untuk anak. Apabila secara tidak sengaja anak telah menonton film horor dan mengalami beberapa masalah yang telah disebutkan di atas, baiknya segera hubungi psikolog. Dengan begitu, masalah pada psikis anak akibat menonton film horor dapat teratasi segera.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>