Category Sex & Relationship

Syarat Nikah pada Era New Normal Pandemi Corona

Setelah melewati hari-hari sulit dan berat lantaran digempur pandemi virus corona, perlahan lini kehidupan mulai kembali bergeliat. Kendati belum pulih betul, tetapi beberapa hal yang tak bisa terlaksana sebelumnya kini telah dapat dilangsungkan, termasuk pernikahan. Namun, syarat nikah pada era new normal ini tentu saja berbeda dengan sebelumnya.

Sebenarnya, syarat nikah pada era new normal pandemi corona tidak banyak berubah dari biasanya, yakni berbagai macam surat atau dokumen untuk administrasi dan serangkaian tes kesehatan. Perbedaannya hanya terletak di teknis pelaksanaan yang harus berdasarkan protokol tetap di masa pandemi ini. Berikut detailnya:

  • NIK calon suami
  • NIK calon istri
  • NIK orang tua atau wali
  • N1 Surat Pengantar Nikah (dari kelurahan atau desa)
  • N3 Surat Persetujuan Mempelai
  • N5 Surat Izin Orang tua (untuk pengantin usia di bawah 21 tahun)
  • Surat Akta Cerai (jika pengantin sudah cerai)
  • Surat Izin Komandan (jika pengantin anggota TNI/POLRI)
  • Surat Akta Kematian (jika pengantin duda/janda)
  • Izin atau dispensasi dari Pengadilan Agama jika salah satu calon pengantin usianya di bawah 19 tahun atau izin poligami.
  • Izin dari kedutaan besar untuk WNA
  • Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Fotocopy Kartu Keluarga (KK)
  • Fotocopy Akta Lahir
  • Pas foto ukuran 2×3 (5 lembar)
  • Pas foto ukuran 4×6 (2 lembar)

Adapun protokol pernikahan yang harus dilakukan dalam menggelar pernikahan pada era new normal pandemi corona adalah:

  • Pelaksanaan akad nikah diselenggarakan di KUA Kecamatan
  • KUA kecamatan wajib mengatur hal-hal yang berhubungan dengan petugas, pihak catin, waktu, dan tempat agar pelaksanaan akad nikah dan protokol kesehatan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya
  • Untuk menghindari kerumunan di KUA Kecamatan, pelaksanaan akad nikah di kantor dibatasi sebanyak-banyaknya 8 (delapan) pasang catin dalam satu hari
  • Terhadap permohonan akad nikah yang telah melampaui kuota sebagaimana dimaksud pada angka 5, KUA Kecamatan menangguhkan pelaksanaan akad nikah tersebut di hari lain
  • Dikarenakan suatu alasan atau keadaan yang mendesak sehingga catin tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 1 dan/atau 6, Kepala KUA Kecamatan dapat mempertimbangkan permohonan pelaksanaan akad nikah di luar ketentuan dimaksud yang diajukan secara tertulis dan ditandatangani di atas materai oleh salah seorang catin dengan disertai alasan yang kuat
  • Dalam hal protokol kesehatan tidak dapat dipenuhi, KUA Kecamatan wajib menolak layanan disertai alasan penolakan tersebut
  • KUA Kecamatan wajib mengatur dan mengendalikan dengan sungguh-sungguh pelaksanaan akad nikah sesuai dengan kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah di masa darurat bencana wabah penyakit COVID-19
  • KUA Kecamatan wajib berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak terkait dan aparat keamanan untuk pengendalian pelaksanaan pelayanan akad nikah.

Sementara bagi calon pengantin yang ingin menggelar pernikahan di luar KUA, syarat nikah pada era new normal pandemi corona yang harus dipatuhi yakni:

  • Prosesi akad nikah dilangsungkan di tempat terbuka atau di ruangan dengan ventilasi yang baik.
  • Membatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah dalam ruangan tidak lebih dari 10 orang.
  • Calon pengantin beserta anggota keluarga yang mengikuti proses harus terlebih dahulu mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer dan wajib menggunakan masker.
  • Petugas, wali nikah dan calon pengantin laki-laki wajib menggunakan masker pada saat ijab kabul.

Itulah panduan atau syarat nikah yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama selaku pemegang kebijakan terkait. Pada masa yang serba sulit seperti sekarang ini, kita memang tak dapat berbuat banyak. Namun, bukan berarti niat baik menggelar pernikahan tak bisa diwujudkan.

Pastinya, selama syarat nikah tersebut dapat dipenuhi, jangan khawatir. Hari bahagia Anda dan pasangan tetap dapat terlaksana, kok.

Read More