Category Penyakit

Cara Mengobati Ileus Paralitik

Merupakan gangguan pergerakan usus akibat kelumpuhan otot usus disebut dengan ileus paralitik, kondisi terganggunya pergerakan usus ini membuat makanan sulit hingga tidak dapat dicerna. Sehingga kondisi tersebut menyebabkan terjadinya penyumbatan pada usus yang kemudian dikenal dengan nama pseudo-obstruction.

Keadaan tersumbatnya usus ini juga menyebabkan penumpukan makanan di dalam usus, sehingga penderitanya kerap kali mengalami sembelit, mual, begah dan muntah. Apabila kondisi ini tidak segera ditangani maka dapat mengakibatkan kerusakan pada usus dan saluran pencernaan. Bahkan, bisa menyebabkan robekan dan lubang pada usus.

Pengobatan Ileus Paralitik

Usus memiliki fungsi untuk mencerna makanan dan minuman agar dapat diserap oleh tubuh, makanan dan minuman ini bergerak melalui saluran pencernaan dengan bantuan dari kontraksi otot usus. Gerakan seperti gelombang yang dihasilkan kontraksi usus ini yang disebut sebagai gerak persitaltik usus.

Apabila muncul gangguan pada otot usus, maka pergerakana makanan dan minuman yang terdapat di dalam usus bisa terhambat. Sehingga akan muncul beberapa keluhan dan gejala seperti, sakit atau kram perut, nafsu makan menurun, begah atau perut kembung, tidak bisa kentut, sembelit, mual, muntah, perut bengkak hingga muncul bau mulut.

Ketika mengalami beberapa gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan ke dokter terutama ketika perut membengkak dan terasa sangat sakit. Kondisi ini biasanya disertai dengan muntah secara terus menerus dengan sulit buang air besar atau tidak bisa kentut. Beberapa gejala ini menunjukkan kondisi gawat darurat dan perlu penanganan dokter dan pengobatan.

Pengobatan untuk gangguan ini bertujuan untuk melancarkan pergerakan usus, sehingga sumbatan pada usus bisa segera diatasi. Berikut ini terdapat beberapa metode yang akan dilakukan oleh dokter untuk mengobati kondisi tersebut.

  • Pemasangan nasogastric tube (NGT) dimaksudkan untuk mengeluarkan gas, cairan dan bahan makanan yang menyumbat di dalam lambung.
  • Memberi obat-obatan untuk memicu adanya pergerakan usus, tentunya obat yang diberikan dari dokter ketika berkonsultasi.
  • Rekomendasi dokter untuk menghentikan atau mengganti konsumsi obat-obatan yang menyebabkan kondisi gangguan ini.
  • Pemberian cairan dan elektrolit melalui infus, tujuannya untuk menyeimbangkan kadar elektrolit yang terdapat di dalam tubuh.
  • Tindakan operasi, dilakukan untuk mengatasi hambatan di dalam usus atau tindakan pemotongan bagian usus yang sedang bermasalah.

Penyebab Gangguan

Kondisi ini muncul atau dialami seseorang bukan tanpa alasan alias ada penyebabnya, secara umum karena kurang atau tidak ada pergerakan khusus. Namun, terdapat beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami kondisi ini.

  • Operasi

Bisa muncul akibat tindakan operasi, khususnya operasi di area dan organ di dalam perut. Gangguan pergerakan usus kerap terjadi setelah operasi, namun dalam keadaan normal aktivitas usus halus sudah bisa kembali dalam beberapa jam pasca operasi, sementara usus besar kembali normal dalam tiga hingga lima hari pascca operasi.

  • Obat-obatan

Ketika dilakukan tindakan operasi, obat bius yang diberikan juga dapat memperlambat pergerakan atau kontraksi otot usus. Selain obat bius, obat-obatan lain juga bisa menyebabkan terjadinya kondisi ini, seperti obat golongan antidepresan trisiklik, misal amitryptiline. Lalu juga obat golongan opioid seperti oxydone dan morfin.

Semua orang bisa mengalami ileus paralitik, khususnya mereka yang baru saja menjalani operasi perut. Meski demikian, kondisi ini biasanya lebih berisiko dialami orang-orang dengan lanjut usia dan ketika mengonsumsi obat-obatan yang bisa mengurangi pergerakan usus, seperti pasien yang menjalani radioterapi atau orang yang mengalami cedera dan pendarahan di rongga perut.

Read More
Kepala Kliyengan, Mungkinkan Karena Anemia?

Kepala Kliyengan, Mungkinkan Karena Anemia?

Apakah Anda sering merasa kepala kliyengan atau merasa seperti berputar? Pusing atau yang disebut lightheadedness adalah kondisi di mana kepala seolah merasa melayang, berputar atau seperti goyah. Kepala pusing ini sering kali membuat penderita merasa tidak nyaman karena gejala yang muncul tadi. 

Lalu apakah penyebab dari kliyengan ini karena anemia atau kekurangan darah? Pasalnya, gejala kekurangan darah yang sering kali muncul adalah kepala pusing dan merasa lemah seperti ingin pingsan. Namun, jika bukan, apa sebenarnya penyebab kepala pusing ini? 

Penyebab kepala kliyengan

Kepala kliyengan atau pusing memiliki banyak sekali penyebab, termasuk gangguan telinga dalam, mabuk perjalanan, dan efek pengobatan. Hal lain yang bisa menyebabkan pusing tersebut adalah kondisi kesehatan yang buruk, infeksi atau adanya cedera. Berikut beberapa penyebab kepala pusing. 

  1. Masalah telinga bagian dalam yang menyebabkan pusing (vertigo)

Keseimbangan Anda tergantung pada masukan gabungan dari berbagai bagian sistem sensorik Anda. termasuk:

  • Mata, yang membantu Anda menentukan di mana tubuh Anda berada di luar angkasa dan bagaimana gerakannya
  • Saraf sensorik, yang mengirim pesan ke otak Anda tentang gerakan dan posisi tubuh
  • Telinga bagian dalam, yang menampung sensor yang membantu mendeteksi gravitasi dan gerakan maju mundur

Vertigo adalah perasaan salah bahwa sekeliling Anda berputar dan bergerak. Dengan gangguan telinga bagian dalam, otak Anda menerima sinyal dari telinga bagian dalam yang tidak konsisten dengan apa yang diterima mata dan saraf sensorik Anda. vertigo adalah hasil saat otak Anda bekerja untuk menyelesaikan kebingungan. 

  1. Masalah sirkulasi yang menyebabkan kepala kliyengan

Anda mungkin merasa pusing, pingsan, atau tidak seimbang jika jantung Anda tidak memompa cukup darah ke otak Anda. penyebabnya meliputi:

  • Penurunan tekanan darah. Hal ini dapat menyebabkan pusing singkat atau perasaan ingin pingsan. Ini bisa terjadi setelah duduk atau berdiri terlalu cepat. Kondisi ini juga disebut hipotensi ortostatik. 
  • Sirkulasi darah yang buruk. Kondisi seperti kardiomiopati, serangan jantung, aritmia jantung, dan serangan iskemik transien dapat menyebabkan pusing. Dan penurunan volume darah dapat menyebabkan aliran darah yang tidak memadai ke otak atau telinga bagian dalam. 
  1. Kondisi neurologis

Beberapa gangguan neurologis, seperti penyakit Parkinson dan multiple sclerosis dapat menyebabkan hilangnya keseimbangan secara progresif. 

  1. Melakukan pengobatan

Pusing bisa menjadi salah satu efek samping dari obat-obatan tertentu, seperti obat anti kejang, antidepresan, dan obat penenang. Secara khusus, obat penurun tekanan darah pun dapat menyebabkan pingsan jika Anda terlalu banyak menurunkan tekanan darah. 

  1. Gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan tertentu dapat menyebabkan pusing atau perasaan seperti berputar-putar. Hal ini termasuk serangan panik dan ketakutan meninggalkan rumah atau berada di ruang terbuka yang luas (agoraphobia).

  1. Hipoglikemia (gula darah rendah)

Kondisi ini umumnya terjadi pada penderita diabetes yang menggunakan insulin. Pusing bisa disertai dengan berkeringat dan kecemasan yang berlebihan.

  1. Keracunan karbon monoksida

Gejala keracunan karbon monoksida sering kali digambarkan sebagai gejala yang mirip dengan flu dan termasuk sakit kepala, pusing, lemas, sakit perut, muntah, nyeri dada, dan merasa kebingungan. 

  1. Dehidrasi dan kepanasan

Jika Anda aktif dalam cuaca panas atau tidak merasa cukup minum, maka Anda bisa merasa pusing karena kepanasan (hipertermia) atau dehidrasi. 

Bagaimana cara mengatasi pusing jika Anda sendirian

Pusing atau kepala kliyengan dapat muncul kapan saja, dan umumnya dapat hilang dengan sendirinya. Namun, bagaimana jika hal tersebut terjadi dan Anda sedang sendiri, apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasinya?

Lakukan hal berikut:

  • Berbaring sampai pusing hilang, lalu bangun kembali secara perlahan
  • Bergerak perlahan dan hati-hati
  • Beristirahat yang cukup
  • Minum banyak cairan, terutama air
  • Hindari kopi, merokok, alkohol

Jangan lakukan:

  • Jangan membungkuk secara tiba-tiba
  • Jangan bangun tiba-tiba setelah duduk atau berbaring
  • Jangan melakukan apapun yang bisa berbahaya saat Anda pusing, seperti mengemudi, menaiki tangga, atau menggunakan alat berat
  • Jangan berbaring benar-benar datar, jika Anda merasa benda-benda berputar.

Kepala kliyengan dapat disebabkan oleh banyak faktor, jadi Anda harus memeriksakan keadaan ini. Terlebih lagi jika pusing datang secara terus menerus dan membuat Anda sulit untuk melakukan aktivitas.

Read More

Mengenal dan Memahami Obat Ambeien

rekomendasi obat ambeien

Ambeien atau wasir bukanlah suatu penyakit sepele. Diperlukan bantuan medis profesional dan obat ambeien yang tepat guna bisa pulih dari nyeri yang disebabkan oleh jenis penyakit yang satu ini. Jika tidak, Anda mesti bersiap dengan rasa nyeri yang berkelanjutan sampai menyebabkan Anda tidak nyaman bahkan untuk duduk sekalipun. 

Secara sederhana, wasir merupakan penyakit saluran pencernaan yang disebabkan oleh peningkatan tekanan dalam perut akibat mengejan terlalu lama. Kondisi peningkatan tekanan dalam perut tersebut berakibat pada peradangan di pembuluh darah vena yang ada di sekitar anus. Jenis penyakit ini kerap menghampiri orang dewasa yang berada dalam kondisi sembelit, hamil, atau yang memiliki gejala batuk berkelanjutan. 

Ambeien tersemasuk penyakit kambuhan yang akan memberikan sensasi panas dan nyeri tiap kali Anda duduk, khususnya ketika peradangan sedang kumat. Untuk itu, mengenal dan memahami obat ambeien terbaik perlu dipahami guna meredakan rasa nyeri akibat ambeien. 

Pahami Jenis Ambeien 

Ambeien dikenal pula dengan istilah wasir di Indonesia. Ada dua jenis ambeien yang mesti dipahami karena menimbulkan tingkat rasa sakit yang berbeda, seperti di bawah ini. 

  • Ambeien Internal 

Gejala paling kasat mata dan terasa dari ambeien adalah ada tidaknya benjolan di sekitar lubang anus sebagai bentuk peradangan. Namun, tidak semuanya kelihatan. Jika Anda mengalami ambeien internal, Anda tidak akan mudah merasakan adanya benjolan di anus karena peradangan lebih ada di bagian dalam rektum. 

Namun, ambeien internal sangat mungkin membuat anus Anda mengeluarkan darah ketika sedang kambuh. Rasa nyeri tidak akan terlalu terasa ketika mengalami jenis ambeien yang satu ini, namun akan diikuti oleh rasa gatal yang sulit tertahan. Sebaiknya Anda tidak mengusap daerah sekitar anus ketika rasa gatal itu terasa sebab justru bisa menimbulkan iritasi yang lebih parah.

  • Ambeien Luar  

Ambeien luar akan menimbulkan rasa nyeri yang lebih menyakitkan daripada ambeien dalam ketika sedang kambuh. Ini karena kulit di sekitar anus kemungkinan akan terkikis karena adanya benjolan yang merupakan gumpalan darah akibat ambeien. 

Rasa sakit pada ambeien luar bisa sangat parah bahkan membuat Anda sulit untuk duduk dalam waktu sebentar saja. Rasa sakit ambeien luar juga mungkin datang secara tidak terduga. Selain rasa nyeri, rasa gatal juga akan ikut menyertai dan menambah perasaan tidak nyaman. 

Obat untuk Nyeri Ambeien 

Sudah banyak penanganan medis yang bisa Anda pilih untuk memulihkan kondisi ambeien ataupun wasir. Jika sudah tahap parah, dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk menjalani operasi jika benjolan wasir sudah terlalu besar. Ada pula pilihan penanganan dengan obat-obat resep guna memulihkan peradangan dan nyeri akibat wasir. 

Mayoritas jenis obat ambeien yang digunakan untuk mengobati wasir bukanlah jenis oral. Dokter akan cenderung meresepkan obat berupa krim atau salep yang bertujuan mengurangi rasa gatal serta meredakan peradangan di sekitar rektum Anda.  Obat ambeien yang berupa krim atau salep umumnya mengandung bahan-bahan sebagai berikut. 

  • Witch hazel 
  • Phenylephrine
  • Lidocaine 
  • Hidrokortison 

Krim atau salep yang diresepkan dokter umumnya bertujuan mengurangi ukuran peradangan ambeien. Namun khusus untuk mengurangi rasa nyeri, dokter mungkin juga akan memberikan obat berjenis pramoxine, ibuprofen, ataupun asetaminofen.

Sebagai peringatan, obat salep dengan kandungan hidrokortison pun dianjurkan tidak dipakai lama-lama. Dokter biasanya hanya meresepkan pemakaian obat ambeien tersebut untuk satu minggu. Ini karena hidrokortison memiliki efek samping membuat jaringan rektum lebih tipis jika digunakan terlalu sering. 

Jika obat salep ataupun pereda nyeri tidak mampu juga mengurangi pembengkakan di jaringan rektum, dokter mungkin akan memberikan Anda pilihan obat lain berjenis pramoksin 

Meskipun wasir yang lebih kecil sering hilang dengan sendirinya, terkadang dokter perlu meresepkan obat yang lebih kuat. Mereka mungkin merawat Anda dengan hidrokortison berkekuatan resep dan sediaan pramoksin. Jika tidak berefek juga karena pembengkakan sudah menimbulkan benjolan yang terlalu besar, opsi untuk melakukan operasi akan disarankan oleh dokter.

Read More

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Keracunan Merkuri

Ikan laut berpotensi memiliki kandungan merkuri tinggi

Merkuri adalah salah satu unsur alami yang banyak ditemukan di udara, air, dan tanah. Bentuk sangat beracun dari merkuri, yang dikenal dengan nama methylmercury, dapat ditemukan di ikan, kerang, dan hewan-hewan lain yang mengonsumsi ikan sebagai makanan utamanya.  Beberapa jenis ikan yang mengandung banyak merkuri adalah ikan tua mata besar, ikan pedang, ikan hiu, ikan marlin, dan ikan mackerel raja. Banyak dari ikan ini digunakan dalam hidangan susi, dengan konsumsi ikan dan kerang menjadi penyebab utama keracunan merkuri pada manusia. 

Sumber merkuri selain ikan dan makanan laut adalah bohlam lampu fluorescent yang menggunakan listrik untuk mengeluarkan uap merkuri dan termometer demam merkuri yang terbuat dari gelas. Paparan merkuri dalam jumlah yang tinggi dapat menyebabkan keracunan merkuri dan membahayakan otak, jantung, ginjal, paru-paru, serta sistem kekebalan tubuh. Kadar methylmercury yang tinggi di aliran darah pada bayi yang belum lahir dan anak-anak dapat membahayakan perkembangan sistem saraf mereka, membuat anak-anak kesulitan belajar dan berpikir. Apabila seseorang menderita keracunan merkuri, ia akan menunjukkan beberapa gejala seperti gangguan penglihatan periferal, gangguan sensasi, kurangnya koordinasi, kesulitan berbicara, mendengar, dan berjalan, serta kelemahan otot. Paparan merkuri dalam jumlah yang sangat tinggi dapat memengaruhi ginjal, menyebabkan kegagalan sistem pernapasan, dan bahkan kematian. 

Efek ekologis dan kesehatan merkuri

Paparan merkuri dalam kadar yang tinggi dapat membahayakan otak, jantung, paru-paru, ginjal, dan sistem kekebalan tubuh bagi semua orang, tidak peduli jenis kelamin ataupun usia. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ikan dalam jumlah yang wajar tidak menyebabkan kekhawatiran kesehatan. Akan tetapi, penelitian juga menunjukkan kadar methylmercury yang tinggi pada aliran darah bayi yang belum lahir dan anak-anak dapat mengganggu perkembangan sistem saraf mereka. 

Dalam sisi ekologis, burung dan hewan mamalia yang mengonsumsi ikan lebih terpapar keracunan merkuri dibandingkan dengan hewan lain di ekosistem air. Predator yang mengonsumsi hewan pemakan ikan juga rentan terpapar merkuri. Paparan methylmercury dalam jumlah yang tinggi pada hewan-hewan ini dapat menyebabkan kematian, berkurangnya reproduksi, pertumbuhan dan perkembangan yang lebih lambat, serta perilaku yang tidak normal. 

Lembaga Obat dan Makanan (FDA) Amerika menyarankan para wanita yang ingin hamil, yang sedang hamil, ibu menyusui, dan orangtua dari anak berusia muda untuk mengonsumsi ikan dan kerang dalam jumlah yang tidak berlebihan. Ikan merupakan bagian penting dalam diet, menyediakan nutrisi yang memiliki peran dalam mendukung kesehatan seseorang. Untuk itu, FDA juga menyarankan agar orang-orang tidak menghindari mengkonsumsi ikan dan hanya makan ikan yang memiliki kadar methylmercury rendah. 

Efek samping keracunan merkuri

Bagi janin, bayi, dan anak-anak, efek kesehatan utama keracunan merkuri adalah adanya gangguan perkembangan saraf. Paparan methylmercury di rahim, yang dapat disebabkan karena ibu hamil mengonsumsi ikan dan kerang, dan memengaruhi perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Efek ini juga akan memengaruhi kemampuan berpikir kognitif, ingatan, kewaspadaan, bahasa, motorik halus, dan keterampilan spasial visual pada anak-anak yang terpapar methylmercury di rahim.  

Merkuri dapat ditemukan di mana saja, mulai dari makanan (khususnya makanan laut), thermometer, baterai, dan juga lampu. Dalam jumlah yang wajar, mengonsumsi makanan laut seperti ikan dan kerang tidak akan menyebabkan keracunan merkuri. Mengingat ikan dan kerang mengandung asam lemak omega 3 yang baik bagi kesehatan, berhenti mengonsumsinya untuk menghindari keracunan merkuri bukanlah solusi yang terbaik. Untuk mengurangi risiko, konsumsi ikan dalam takaran yang wajar dan pilih ikan yang sedikit mengandung methylmercury.

Read More

Night Terror

Night terror adalah gangguan tidur yang biasanya dialami anak-anak berusia 3 hingga 12 tahun.

Night terror merupakan gangguan tidur yang biasanya terjadi pada anak-anak yang berada di usia antara 3 hingga 12 tahun. Anak-anak yang mengalami gangguan seperti ini bisa membuat mereka merasa takut, menangis, bahkan teriak. Hal tersebut juga dapat membuat mereka melakukan gerakan seperti memukul dan sleepwalking (berjalan ketika tidur).

Orang-orang berpikir bahwa night terror sama seperti mimpi buruk, namun tidak. Pada night terror, anak biasanya tidak mengingat peristiwa yang terjadi ketika mereka tidur. Pada mimpi buruk, mimpi yang dialami anak masih ingat ketika mereka terbangun.

Walaupun night terror dapat memberikan dampak yang buruk bagi mental seseorang, gangguan tersebut akan hilang sendiri seiring berjalannya waktu. Pada sebagian kasus, gangguan tersebut mungkin sulit untuk hilang sehingga perlu penanganan lebih lanjut. Night terror juga dapat membuat seseorang memiliki waktu yang kurang untuk tidur.

Gejala

Seseorang yang mengalami night terror bisa mengalami gejala sebagai berikut:

  • Terbangun setelah mengalami night terror, baik dalam keadaan setengah sadar maupun sepenuhnya.
  • Merasa gelisah.
  • Merasa takut.
  • Bernafas dengan cepat.
  • Jantung berdetak dengan cepat.
  • Tekanan darah naik.
  • Berteriak.
  • Memukul-mukul.
  • Pupil mata melebar.
  • Berkeringat.

Gejala yang dialami seseorang bisa berlangsung selama beberapa menit hingga 30 menit sebelum mereka bisa kembali tidur. Kondisi tersebut terjadi pada malam hari, dan jarang terjadi pada siang hari.

Penyebab

Seseorang yang mengalami night terror bisa disebabkan oleh faktor berikut:

  • Merasa lelah.
  • Kurang tidur.
  • Stres.
  • Demam.
  • Mengalami gangguan pernafasan ketika tidur.
  • Penggunaan alkohol.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu.

Diagnosis

Jika Anda atau anak Anda mengalami night terror, Anda dapat konsultasikan masalah tersebut dengan dokter. Dokter dapat membantu Anda atau anak Anda dengan melakukan diagnosis. Sebelum melakukan diagnosis, dokter perlu mengetahui kondisi yang Anda atau anak Anda alami.

Setelah menanyakan kondisi yang dialami, dokter akan melakukan diagnosis night terror. Dokter dapat melakukan diagnosis night terror melalui pemeriksaan fisik.

Dokter mungkin juga perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut jika pasien mengalami kondisi medis lain yang sesuai dengan keluhan pasien. Berikut adalah pemeriksaan yang dapat dilakukan dokter:

  • Elektroensefalografi (EEG)

Elektroensefalografi dapat dilakukan untuk meningkatkan aktivitas otak pasien dan mengetahui jika pasien mengalami kejang.

  • Sleep study (polysomnography)

Sleep study dapat dilakukan untuk mengetahui jika pasien mengalami gangguan pernafasan.

Pengobatan

Meskipun belum ada penanganan yang tepat untuk mengatasi night terror, pemberian obat dapat dilakukan jika night terror telah mengganggu aktivitas manusia sehari-hari. Contoh obat yang dapat digunakan untuk mengatasi night terror adalah obat antidepresan.

Pencegahan

Untuk mencegah night terror, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan:

  • Cari waktu terjadinya night terror seperti berapa lama setelah anak tidur.
  • Bangunkan anak 15 menit sebelum mengalami night terror, dan pastikan anak tetap terjaga selama 5 menit.
  • Lakukan cara di atas selama seminggu.

Cara-cara lain untuk mencegah night terror adalah sebagai berikut:

  • Pastikan anak memiliki waktu tidur yang cukup. Anda bisa menerapkan jam malam untuk anak Anda seperti mulai tidur jam 9 malam.
  • Jauhkan anak dari stres.
  • Pastikan anak Anda tidak terlalu lelah.

Kesimpulan

Night terror merupakan gangguan yang bisa mempengaruhi mental seseorang dimana gangguan tersebut juga dapat menimbulkan berbagai gejala. Night terror juga bisa terjadi secara berulang. Oleh karena itu, jika Anda atau anak Anda mengalami gangguan seperti ini, Anda sebaiknya minta bantuan dokter. Untuk informasi lebih lanjut mengenai night terror, Anda dapat tanyakan masalah ini ke dokter.

Read More

Disfagia, Kondisi Yang Sebabkan Susah Menelan

Disfagia merupakan kondisi susah menelan, dalan arti membutuhkan lebih banyak usaha dibandingkan dengan biasanya untuk menggerakkan makanan dari mulut ke perut. Disfagia biasanya disebabkan karena gangguan otot atau saraf. Kondisi ini dapat menyakitkan, dan umum terjadi pada orang dewasa dan bayi. Meskipun istilah medis “disfagia” sering dianggap sebagai sebuah gejala atau tanda, istilah tersebut kadang digunakan untuk menggambarkan kondisi itu sendiri. Ada banyak penyebab disfagia, dan apabila hanya terjadi satu atau dua kali saja, mungkin tidak ada masalah medis serius yang perlu dikhawatirkan. Berbeda halnya apabila disfagia sering terjadi. Anda perlu menghubungi dokter guna mendapatkan diagnosa dan perawatan yang dibutuhkan.

Jenis-jenis disfagia

Proses menelan yang normal melibatkan pergerakan beberapa otot dan saraf. Ini merupakan sebuah proses yang sangat kompleks. Disfagia dapat disebabkan akibat gangguan susah menelan di daerah mana saja pada saat proses menelan tersebut terjadi. Ada tiga jensi umum disfagia, yaitu:

  • Disfagia oral. Juga dikenal dengan sebutan disfagia tinggi. Masalah utama pada kondisi sulit menelan ini ada pada mulut, terkadang disebabkan karena lemah lidah setelah seseorang mengidap stroke. Kesulitan mengunyah makanan dan gangguan mengirim makanan dari mulut juga dapat menjadi penyebab disfagia oral.
  • Disfagia faring. Dalam kasus ini, masalah utama ada pada tenggorokan. Gangguan di tenggorokan sering disebabkan karena masalah saraf yang memengaruhi fungsi kerja saraf, misalnya karena penyakit Parkinson dan stroke.
  • Disfagia kerongkongan. Juga dikenal dengan sebutan disfogia rendah dengan masalah ada pada daerah kerongkongan. Kondisi ini umumnya disebabkan karena adanya hambatan atau iritasi di kerongkongan. Untuk merawatnya, terkadang, prosedur bedah medis diperlukan.

Penting untuk diingat bahwa rasa sakit saat menelan merupakan bentuk lain disfagia. Namun sangat mungkin kondisi tersebut, sakit saat menelan dan susah menelan, terjadi pada saat yang sama.

Faktor risiko dan komplikasi

Faktor risiko disfagia atau sulit menelan adalah usia, dengan orang-orang yang lebih tua memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita disfagia. Ini disebabkan karean tubuh yang semakin renta. Selain itu, penyakit tertentu pada usia tua juga dapat menyebabkan disfagia, misalnya penyakit Parkinson. Kondisi neurologis seperti gangguan sistem saraf tertentu juga dapat meningkatkan risiko disfagia pada seseorang.

Susah menelan merupakan sebuah kondisi yang serius mengingat komplikasi yang menyertainya. Pneumonia dan infeksi saluran pernapasan atas dapat terjadi ketika sesuatu tertelan dan masuk ke dalam “saluran yang salah” untuk kemudian masuk ke dalam paru-paru. Selain itu, komplikasi lain meliputi malnutrisi, terutama pada orang-orang yang tidak menyadari mereka memiliki disfagia dan tidak mendapatkan perawatan medis khusus untuk menanganinya. Hal tersebut dapat menyebabkan mereka tidak mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung kinerja tubuh dan menjaga kesehatan. Dehidrasi juga dapat menjadi risiko komplikasi pada mereka yang mengalami sulit menelan. Apabila seseorang tidak dapat minum dengan baik, asupan cairan untuk mendukung fungsi tubuh dapat kurang, sehingga menyebabkan dehidrasi atau kurangnya cairan di dalam tubuh.

Meskipun susah menelan tidak dapat dicegah,  Anda dapat mengurangi risiko sulit menelan dengan makan secara perlahan dan mengunyah makanan dengan baik. Deteksi dini dan perawatan yang efektif terhadap kondisi yang menyebabkan disfagia dapat menurunkan risiko Anda mengalami sulit menelan di kemudian hari. Konsultasi dengan dokter apabila Anda merasakan adanya keluhan atau tanda-tanda sulit menelan untuk mendapatkan diagnosa dan perawatan yang dibutuhkan.

Read More

Mengenal Kista Ginjal, Gejala dan Penyebab Penyakit Ini

Apa Itu Kista Ginjal? Ini Gejala dan Penyebabnya yang Harus Anda ...

Kista ginjal merupakan kantung yang berisi cairan yang tumbuh di dalam ginjal Anda. Ginjal adalah organ tubuh yang berbentuk menyerupai kacang dan bertugas untuk menyaring limbah dan kotoran dari aliran darah dan membuangnya lewat air seni. Anda dapat memiliki kista di salah satu ginjal atau kedua ginjal sekaligus. Ada dua jenis kista ginjal, yaitu kista simpel dan penyakit ginjal polikistik. Kista ginjal simpel merupakan kista “individu” yang terbentuk di ginjal. Kista jenis ini memiliki dinding yang tipis dan mengandung cairan seperti air. Sementara itu, penyakit ginjal polikistik (PKD) merupakan sebuah kondisi turunan yang menyebabkan banyak terbentuknya kista di ginjal. Kista jenis ini dapat merusak ginjal apabila dibiarkan tumbuh. 

Penyebab dan gejala

Kista ginjal biasanya tidak berbahaya karena kondisi ini umumnya tidak menunjukkan adanya gejala yang serius. Bahkan banyak orang tidak menyadari mereka memiliki kista ginjal hingga mereka melakukan pemeriksaan pemindaian pencitraan karena alasan tertentu. Beberapa kista memiliki ukuran yang kecil, bahkan Anda tidak bisa melihatnya tanpa bantuan mikroskop. Namun, dalam kasus tertentu, kista ginjal dapat berukuran sebesar bola tenis, dan dapat menekan organ-organ di dekatnya dan menyebabkan rasa sakit. 

Kista ginjal ringan umumnya tidak menyebabkan gejala apapun. Apabila kista jenis ini bertambah besar dan terinfeksi, beberapa gejala yang dapat timbul di antaranya adalah demam, rasa sakit pada punggung, rasa sakit pada perut bagian atas, pembengkakan perut, sering buang air kecil dibandingkan dengan biasanya, darah pada air seni, dan air seni yang berwarna gelap. Sementara itu, penyakit ginjal polikistik (PKD) dapat menyebabkan gejala seperti rasa sakit pada punggung dan sisi tubuh, tekanan darah tinggi, serta adanya darah pada urin. 

Hingga kini, dokter masih belum tahu secara pasti apa yang menyebabkan kista ginjal simpel. Kemungkinan penjelasannya adalah karena ginjal memiliki jutaan tubulus kecil yang mengumpulkan urin. Kista dapat tumbuh ketika tabung tersebut tersumbat, bengkak, dan terisi cairan. Kemungkinan lain adalah karena kista tumbuh ketika kantung yang bernama “diverticula” terbentuk di daerah tubulus yang lemah dan terisi cairan. Anda akan lebih mudah menderita kista ginjal seiring bertambahnya usia. Misalnya saja, pada usia 40 tahun, sekitar 25% orang akan menderita kondisi ini. Saat berumur 50 tahun, sekitar 50% orang akan memiliki kista, dengan laki-laki memiliki risiko yang lebih besar menderita kista dibandingkan dengan perempuan. Penyakit ginjal polikistik (PKD) merupakan penyakit turunan, dalam arti penyakit ini disebabkan oleh perubahan gen yang diwariskan dalam keluarga. 

Komplikasi kista ginjal

Kebanyakan kasus kista ginjal ringan tidak akan menyebabkan komplikasi atau masalah kesehatan serius. Namun, dalam kasus-kasus tertentu yang langka, komplikasi seperti kista yang pecah (dapat menyebabkan rasa sakit parah pada punggung dan sisi tubuh), terinfeksi (menyebabkan demam dan rasa sakit)i, atau ginjal yang membengkak akibat gangguan air seni  (kista ginjal yang mengganggu aliran air seni normal dapat menyebabkan pembengkakan pada ginjal atau dikenal dengan istilah hydronephrosis). 

Kebanyakan kista ginjal simpel tidak berbahaya. Apabila kista ginjal tumbuh, sclerotherapy atau operasi dapat mengangkat kista dengan mudah tanpa akan memberikan komplikasi jangka panjang terhadap kesehatan tubuh. Sementara itu, penyakit ginjal polikistik (PKD) dapat menjadi penyakit yang lebih serius. Apabila tidak diobati dengan benar, penyakit ginjal polikistik (PKD) dapat menyebabkan komplikasi kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan kegagalan ginjal. 

Read More

Vaksin HPV: Penting Bagi Tubuh

Setiap orang perlu menggunakan vaksin karena vaksin adalah cara efektif untuk melindungi tubuh dari penyakit menular seperti HIV. vaksin akan sangat berguna jika seseorang bepergian ke tempat-tempat tertentu. Salah satu vaksin yang dapat digunakan adalah vaksin HPV.

Vaksin HPV adalah salah satu tipe vaksin yang digunakan kepada pasien untuk mencegah infeksi virus HPV (human papillomavirus). Vaksin HPV sangat berkontribusi dalam pencegahan jenis kanker seperti kanker mulut, kanker tenggorokan, dan kanker serviks (leher) dan penyakit kutil kelamin.

Jenis Vaksin HPV

Ada dua jenis vaksin HPV yang dapat digunakan. Jenis vaksin HPV antara lain:

  1. Bivalen

Vaksin bivalen meliputi dua jenis virus HPV, antara lain tipe 16 dan tipe 18. Vaksin tersebut dapat digunakan untuk mencegah kanker serviks.

  • Tetravalen

Vaksin tetravalen meliputi empat jenis virus HPV, antara lain tipe 6, tipe 11, tipe 16, dan tipe 18. Vaksin tersebut dapat digunakan untuk tidak hanya mencegah kanker serviks, namun juga untuk mencegah penyakit kutil kelamin.

Alasan Untuk Melakukan Vaksin HPV

Ada baiknya manusia melakukan vaksin HPV. Vaksin HPV sangat penting untuk dilakukan, agar dapat membantu manusia mencegah terjadinya risiko infeksi virus HPV. Virus HPV terjadi disebabkan oleh faktor sebagai berikut:

  • Hubungan seksual yang terjadi tanpa menggunakan kondom.
  • Kontak dengan kutil kelamin.
  • Kulit yang mengalami luka dan lecet.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Merokok.

Kriteria Penggunaan Vaksin HPV

Sebagian orang mengira jika infeksi HPV hanya terjadi pada orang dewasa, namun kenyataanya virus tersebut bisa terjadi pada siapa saja. Infeksi HPV juga terjadi pada semua wanita, bahkan yang belum aktif secara seksual. Oleh karena itu, prosedur penggunaan vaksin yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Usia antara 10 sampai 13 tahun

Manusia yang berusia antara 10 sampai 13 tahun dapat menggunakan vaksin yang penggunaannya sebanyak dua dosis.

  • Usia 16 tahun ke atas

Manusia yang berusia setidaknya 16 tahun atau lebih dapat menggunakan vaksin sebanyak tiga dosis.

Pertimbangan Untuk Menggunakan Vaksin

Meskipun kategori usia dan penggunaan yang diperlukan berbeda, vaksin HPV memberikan efek yang sama, yaitu membentuk kadar antibodi. Walaupun sangat bermanfaat, sebagian orang mungkin perlu mempertimbangkan untuk mendapatkan vaksin. Sebagian orang merasa tidak yakin jika perlu menggunakan vaksin, karena biaya vaksin HPV relatif mahal. Harganya adalah sekitar Rp 750.000,00 untuk setiap satu kali suntik.

Selain itu, jika orang ingin mendapatkan vaksin, mereka sebaiknya lakukan hal tersebut secara dini, karena efeknya tidak akan berpengaruh jika orang sudah terkena virus HPV dan menggunakan vaksin setelah hal tersebut terjadi, terutama bagi mereka yang ingin melakukan seks.

Secara umum, setiap orang berhak mendapatkan vaksin. Namun orang-orang yang tidak dapat menggunakan vaksin antara lain wanita yang sedang hamil, orang-orang yang memiliki reaksi alergi berat setelah melakukan vaksin sebelumnya, dan orang-orang yang sedang sakit (baik disebabkan oleh demam atau bukan).

Prosedur Penggunaan Vaksin HPV

Jika Anda tidak hamil, memiliki reaksi alergi berat, atau sakit, Anda bisa melakukan vaksin HPV. Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui ketika melakukan vaksin. Tentunya Anda harus merasa sehat ketika melakukan vaksin. Jika sakit, Anda perlu atur jadwal di waktu lain.

Dokter yang akan memberikan vaksin HPV kepada pasien adalah dokter umum dan dokter kandungan. Vaksin yang digunakan untuk pasien meliputi bagian lengan atas atau paha atas. Dokter akan menyuntik di bagian lengan atau paha Anda, dengan takaran sebesar 0,5 ml.

Jika Anda sudah divaksin, Anda akan memiliki kekebalan tubuh untuk mencegah tubuh dari penyakit seperti beberapa jenis kanker yang disebutkan di atas. Di sisi lain, vaksin HPV memberikan efek samping yang bisa terjadi pada manusia. Walaupun efek samping vaksin HPV jarang terjadi, beberapa gejala memungkinkan terjadi adalah nyeri otot, sakit kepala, pusing, mual, muntah, bahkan diare.

Jika Anda merasakan gejala seperti di atas, Anda sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter supaya Anda mendapatkan perawatan yang tepat untuk mencegah masalah yang terjadi. Mungkin saja, setelah melakukan vaksin HPV, orang mengalami reaksi yang berbeda pada tubuh. Contohnya adalah alergi berat (anafilaksis).

Read More

Perhatikan Gejalanya, Hepatitis C Akut dan Kronis Berbeda

Apakah Anda pernah mendengar penyakit hepatitis C? Jika, ya, seberapa banyak pemahaman Anda soal penyakit yang menyerang hati ini?

Hepatitis C merupakan peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C. Penyakit ini banyak diderita di seluruh dunia.

Hepatitis C disebabkan oleh virus, yakni HCV. Orang dengan faktor risiko tinggi kudu berhati-hati lantaran virus ini bisa menginfeksi kapan saja.

Hepatitis C dibedakan ke dalam dua kluster berdasarkan tingkat keparahan atau gejala yang dideritanya. Kedua kelompok itu adalah hepatitis C akut dan kronis.

Sederhananya, hepatitis C akut dapat diartikan ketika virus itu menginfeksi tubuh seorang manusia dalam kurun waktu kurang-lebih enam (6) bulan. Sementara hepatitis C kronis cenderung menetap di dalam tubuh manusia dalam jangka waktu yang panjang atau menahun.

Virus HVC menginfeksi tubuh manusia secara bertahap, artinya, tak bisa seseorang sekonyong-konyong langsung mendapatkan kenyataan pahit bahwa dirinya terkena hepatitis C kronis. Akan tetapi, yang jadi masalah adalah, banyak orang tak dapat mengenali gejala awal atau gejala dari hepatitis C akut yang mana sebagai fase awal infeksi virus ini, sehingga banyak orang terlabat dalam menangani dan mengetahui dirinya sudah masuk ke fase ke dua atau hepatitis C kronis.

Namun, tetap saja ada beberapa hal yang bisa Anda gunakan sebagai deteksi awal saat virus hepatitis C mulai menginfeksi Anda. Nah, apa saja yang harus Anda ketahui untuk dapat membedakan antara hepatitis C akut dan kronis?

  • Hepatitis Akut

Hanya sekitar 1 dari setiap 3 atau 4 orang yang memiliki gejala selama 6 bulan pertama infeksi hepatitis C. Tahap ini dikenal sebagai hepatitis C akut.

Jika gejala hepatitis C akut berkembang, biasanya timbul beberapa minggu setelah infeksi. Gejalanya kurang lebih adalah:

  • Suhu tinggi 38C (100,4F) atau lebih;
  • Kelelahan;
  • Kehilangan selera makan;
  • Nyeri perut bagian atas, terutama di sebelah kanan;
  • Warna urine gelap;
  • Buang air besar berwarna terang;
  • Mual dan sakit perut;
  • Demam ringan dan menggigil;
  • Sakit otot;
  • Kehilangan selera makan;
  • Perubahan suasana hati;
  • Nyeri sendi;
  • Gatal kulit

Sekitar 1 dari 5 orang yang mengalami gejala hepatitis C awal ini juga akan mengalami mata dan kulit yang menguning. Ini dikenal sebagai penyakit kuning atau jaundice.

Pada sekitar 1 dari 4 orang yang terinfeksi hepatitis C, sistem kekebalan akan membunuh virus dalam beberapa bulan dan orang tersebut tidak akan memiliki gejala lebih lanjut, kecuali jika mereka terinfeksi lagi.

  • Hepatitis Kronis

Gejala hepatitis C jangka panjang (kronis) dapat sangat bervariasi. Pada beberapa orang, gejalanya mungkin hampir tidak terlihat. Di beberapa negara, mereka yang terinfeksi hepatitis C dapat memiliki dampak signifikan pada kualitas hidup mereka.

Gejala-gejalanya juga bisa hilang untuk jangka waktu yang lama, meski tetap memiliki kemungkinan untuk kembali terserang. Beberapa masalah paling umum yang dialami olehpenderita hepatitis C kronis meliputi:

  • Merasa lelah sepanjang waktu;
  • Sakit dan nyeri sendi dan otot;
  • Merasa seperti sakit;
  • Masalah dengan ingatan jangka pendek, konsentrasi dan menyelesaikan tugas-tugas mental yang kompleks seperti aritmatika mental – banyak orang menggambarkan ini sebagai “brain fog” – atau kebingungan, susah fokus, dan pelupa;
  • Perubahan suasana hati;
  • Depresi atau kecemasan;
  • Gangguan pencernaan atau kembung;
  • Kulit yang gatal;
  • Sakit perut

Jika tidak diobati, kondisi hepatitis C kronis ini pada akhirnya akan berkembang dan menimbulkan permesalahan lain pada kesehatan Anda. Anda mungkin saja dapat terserang hati parut atau yang dikenal dengan sirosis. Tanda-tanda sirosis dapat mencakup penyakit kuning, muntah darah, kotoran hitam, dan penumpukan cairan di kaki atau perut.

Oleh karenanya, segera lakukan pemeriksaan agar mendapat penanganan awal sejak tubuh Anda terserang virus hepatitis C. Hal ini menyangkut nyawa Anda. Kesehatan dan keselamatan Anda ke depannya bergantung pada tindakan awal ini.

Read More

Mengapa kita menunda-nunda atau prokrastinasi?

Hasil penelitian dari Universitas Stockholm telah mengkonfirmasi bahwa prokrastinasi atau penundaan bukan hanya masalah manajemen waktu. Dalam studi tersebut, para peneliti menemukan bahwa alasan emosional seringkali menjadi pemicu Anda untuk menunda-nunda suatu pekerjaan, dan beberapa orang mengklaim bahwa mereka sengaja membiarkan hal-hal sampai menit terakhir karena mereka bekerja lebih baik di bawah tekanan, tetapi sebenarnya hal tersebut hanya menambah stres Anda.

Orang yang menunda-nunda memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dan kesejahteraan yang lebih rendah. Di dunia nyata, keterlambatan yang tidak diinginkan sering dikaitkan dengan tabungan pensiun yang tidak memadai dan kunjungan medis yang terlewatkan.

Mengapa kita menunda-nunda atau prokrastinasi?

Ketika merujuk pada penundaan, beberapa orang mungkin menganggapnya sebagai manajemen waktu yang buruk, ketidakmampuan untuk mengatur dan memprioritaskan tugas, yang berarti bahwa Anda melakukannya pada menit terakhir, atau bahkan melewati tenggat waktu yang Anda miliki.

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa prokrastinasi sebenarnya adalah reaksi yang kompleks dan sering maladaptif terhadap berbagai faktor stres yang dirasakan.

Satu studi menemukan bahwa penundaan berhubungan positif dengan kerentanan psikologis. Penelitian lain menunjukkan bahwa orang yang cenderung menunda tugas sampai saat-saat terakhir mungkin memiliki self esteem yang lebih rendah.

Efek prokrastinasi pada kesehatan

Dalam penelitian oleh Sirois dan Timothy Pychyl, Ph.D. dari Universitas Carleton di Ottawa, Kanada – menyarankan bahwa orang dapat menggunakan penundaan sebagai “perbaikan kilat” untuk suasana hati negatif yang diciptakan oleh stres yang berkaitan dengan tugas tertentu.

Apakah prokrastinasi dapat memberikan manfaat?

Dalam sebuah penelitian di The Journal of Social Psychology, Choi dan Chu mengutip penelitian sebelumnya yang berpendapat bahwa “tidak semua penundaan mengarah pada hasil negatif.”  

Terdapat dua jenis prokrastinator, yaitu:

  • Prokrastinator pasif tidak bermaksud menunda penyelesaian tugas, tetapi tetap melakukannya karena mereka tidak dapat “membuat keputusan dengan cepat dan […] menindakinya dengan cepat.”
  • Prokrastinator aktif sengaja menunda penyelesaian tugas, karena mereka lebih suka bekerja di bawah tekanan, karena memungkinkan mereka untuk “merasa tertantang dan termotivasi.”

Meskipun prokrastinator aktif mampu merencanakan kegiatan secara terorganisir, mereka tidak membatasi diri untuk mengikuti jadwal yang sudah direncanakan atau struktur waktu.

Prokrastinator seperti itu membiarkan diri Anda fleksibel dalam menghadapi perubahan dan tuntutan baru, sehingga Anda dapat secara spontan menyelesaikan beberapa tugas yang saling bersaing. Dengan kata lain, prokrastinator aktif mungkin memiliki waktu terstruktur yang lebih fleksibel dan lebih sensitif terhadap perubahan tuntutan yang ada di lingkungan Anda.

Prokrastinasi menyangkut kreativitas

Psikolog Adam Grant, dari University of Pennsylvania di Philadelphia, berpendapat bahwa orang-orang yang “prokrastinasi” menyelesaikan tugas untuk sementara waktu – sehingga terlibat dalam penundaan yang moderat atau level sedang – sering dapat memunculkan ide-ide orisinal tentang bagaimana menyelesaikan tugas tersebut daripada orang-orang yang memulai pekerjaan mereka secara langsung.

Grant menjelaskan bahwa hubungan antara penundaan sedang dan orisinalitas mungkin ada karena ketika Anda secara aktif menunda tugas untuk sementara waktu, keasyikan Anda dalam melakukan tugas itu sendiri tidak hilang.  Sebaliknya, pekerjaan yang tertunda “berjalan” di otak Anda, sehingga memberi Anda waktu untuk menemukan solusi inovatif.

Jadi apakah Anda termasuk orang yang cenderung melakukan prokrastinasi? 

Menunda tugas Anda atau prokrastinasi untuk sementara mungkin tidak berbahaya dan memungkinkan Anda untuk menilai tugas yang ada secara lebih imajinatif. Tetapi, jika Anda merasakan prokrastinasi secara terus menerus segera kunjungi dokter untuk diskusi lebih lanjut mengenai masalah Anda.

Read More