Category Kulit dan kecantikan

Kelenjar Sebasea vs Kelenjar Keringat dan Apa Manfaatnya?

Kelenjar sebasea sering menjadi sasaran empuk penyebab munculnya jerawat, padahal kelenjar ini juga berperan penting di tubuh. Selain itu, penyebab jerawat bisa bermacam-macam, seperti kulit wajah yang kotor, infeksi bakteri, atau pori-pori yang tersumbat. Maka dari itu, Anda harus tahu bagaimana kelenjar sebasea dan kelenjar keringat berperan dalam fungsi kulit Anda.

Memahami sistem integumen

Setelah Anda beraktivitas berat, keringat pun akan keluar dari kulit Anda. Kira-kira, bagaimana bisa keringat itu keluar? Atau setelah seharian bekerja, Anda akan melihat kulit wajah Anda berminyak, bagaimana bisa ada minyak di kulit wajah? Minyak yang berlebih di kulit wajah Anda lama-kelamaan menimbulkan jerawat, sehingga mengganggu penampilan dan membuat Anda jadi tidak nyaman. Sebenarnya, apakah yang terjadi?

Struktur tubuh yang bertindak dalam hal ini ada di kulit Anda. Bersama dengan struktur aksesori di dalamnya, kulit akan membentuk sistem integumen. Nah, ada dua struktur aksesori yang mengeluarkan zat dari dalam tubuh Anda, yaitu kelenjar keringat dan kelenjar sebasea (kelenjar minyak). Kedua struktur ini juga termasuk kelenjar eksokrin, karena mengeluarkan zat melalui saluran ke luar tubuh.

Kelenjar sebasea

Kelenjar sebasea sering disebut sebagai kelenjar minyak, karena mengeluarkan cairan berminyak ke dalam folikel rambut atau ke permukaan kulit Anda. Folikel rambut merupakan struktur aksesori yang ada di kulit sebagai tempat produksi rambut. Di sisi folikel terdapat kelenjar sebasea yang saling berbagi saluran dengan folikel rambut. Oleh sebab itu, kelenjar ini dapat mengeluarkan cairan berminyak berbasis lipid yang disebut juga dengan sebum.

Manfaat sebum

Faktanya adalah sebum bermanfaat dalam hal:

  1. Menghambat pertumbuhan bakteri di permukaan kulit.
  2. Melumaskan rambut di kulit.
  3. Mengkondisikan kulit agar tidak kering.

Variasi kelenjar sebasea

Hal yang perlu diketahui juga kelenjar sebasea memiliki banyak jenis dan bisa berbeda setiap individu, tetapi tetap bisa menghasilkan sebum. Kelenjar sebasea paling sederhana adalah yang terhubung dengan satu folikel rambut. Kelenjar ini dianggap sederhana, karena berbagi satu saluran yang sama dengan folikel rambut. Sebumnya akan dibuang ke saluran folikel rambut, bukan langsung ke permukaan kulit.

Di sisi lain, folikel sebasea adalah bentuk kelenjar sebasea yang lebih besar. Kelenjar ini tidak berkaitan dengan folikel rambut dan langsung mengeluarkan sebumnya ke permukaan kulit. Folikel sebasea juga tidak tersebar luas seperti kelenjar sederhana, kebanyakan ada di wajah, punggung, dada, puting susu, dan daerah genital.

Lalu, bagaimana bisa sebum menyebabkan jerawat?

Cobalah bayangkan, ketika saluran kelenjar sebasea tersumbat oleh kotoran atau sel-sel kulit mati. Apa yang terjadi dengan semua sebum yang disekresikan oleh kelenjar sebasea? Yaps, yang terjadi adalah munculnya jerawat di permukaan kulit Anda. Ketika sebum menumpuk di saluran yang tersumbat, terjadi peningkatan tekanan di bawah permukaan kulit dan akhirnya, terbentuklah jerawat.

Kelenjar keringat

Seperti yang kita ketahui, setiap kali tubuh melakukan aktivitasnya dapat mengeluarkan keringat sebagai cara untuk mendinginkan tubuh. Saat Anda berolahraga, otot akan menghasilkan panas dari energi yang dipecahkan dan keringat membantu tubuh untuk menjaga darah, otak, dan organ lainnya pada suhu normal agar tetap berfungsi dengan baik.

Seperti kelenjar sebasea, kelenjar keringat juga terdiri atas beberapa jenis, yaitu kelenjar keringat apokrin dan ekrin. Kelenjar keringat ekrin hampir terdapat di seluruh bagian tubuh dan sekresi keringatnya langsung ke permukaan kulit Anda.

Sementara itu, kelenjar keringat apokrin ditemukan di area tubuh yang banyak folikel rambutnya, seperti ketiak, kulit kepala, dan daerah selangkangan. Keringat yang dihasilkan kelenjar apokrin cenderung lebih berbau daripada kelenjar ekrin, karena mengandung lipid (lemak) yang menjadi sumber makanan terbaik untuk bakteri.

Seluruh kelenjar keringat apokrin mengeluarkan keringat ke dalam folikel rambut. Kelenjar ini mulai berfungsi saat seseorang memasuki masa pubertasnya dan biasanya, terjadi pada saat stres. Tidak heran, orang-orang menyebutnya juga dengan keringat stres.

Catatan dari SehatQ

Inilah bedanya kelenjar sebasea dan kelenjar keringat yang ternyata memiliki peran penting di tubuh. Untuk mencegah jerawat, rutinlah membersihkan wajah dengan sabun dan air bersih minimal dua kali sehari atau disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis kulit Anda.

Read More

Manfaat Setiap Bahan Dari Masker Rambut Alami

Masker rambut adalah cara yang cepat serta sangat ampuh dan efektif untuk memberikan banyak manfaat kesehatan bagi rambut Anda dalam waktu kurang dari 20 menit. Selain membuat rambut lebih sehat, Anda sekarang juga dapat membuat masker rambut alami di rumah.

Bayangkan masker rambut seperti kondisioner rambut berkekuatan tinggi, yang memberikan manfaat pada rambut Anda seperti melembutkan dan melembabkan, meningkatkan pertumbuhan, menambah kilau, dan bahkan melawan infeksi. Berikut beberapa masker rambut alami dan hanya membutuhkan sedikit bahan yang semuanya dapat ditemukan di di rumah bahkan berasal langsung dari Bumi:

  • Minyak Kelapa dan Madu, Masker Alami Untuk Perbaikan Rambut

Kelapa merupakan bahan ajaib untuk rambut Anda. Minyak Kelapa dapat digunakan untuk rambut dan kulit, dapat menjaga kelembapan dan kelembutan rambut serta mencegah kerusakan karena kemampuannya dalam mempertahankan kelembapan yang tinggi. Minyak Kelapa mengandung asam lemak, dan meresap ke dalam rambut lebih sehingga menghasilkan rambut indah yang lembut, halus, dan berkilau. 

Madu sangat bagus untuk menjaga kelembaban rambut. Kombinasi minyak kelapa dan madu sangat bagus sebagai masker alami, khususnya jika Anda memiliki rambut kering dan membutuhkan tambahan kelembaban dan hidrasi ekstra. Madu juga merupakan emolien, yang membantu menghaluskan dan melembutkan rambut Anda, serta mengembalikan kilau yang hilang pada rambut Anda.

  • Minyak Kelapa dan Cinnamon, Masker Alami Untuk Pertumbuhan Rambut

Minyak Kelapa merupakan salah satu bahan yang sering digunakan sebagai resep masker rambut alami, karena sifatnya yang melembabkan dan menghidrasi.

Kayu manis memiliki sifat antimikroba yang membantu rambut Anda tumbuh, membantu mengatasi ketombe, rambut rontok, dan juga memperkuat folikel rambut Anda. Saat dioleskan ke rambut Anda, kayu manis merangsang sirkulasi ke kulit kepala, meningkatkan aliran darah ke folikel rambut, dan merangsang pertumbuhan rambut. Jika Anda mencari rambut yang lebih panjang, inilah masker rambut alami yang cocok untuk Anda. 

  • Telur dan Lemon, Masker Rambut Alami untuk Rambut Berminyak

Telur kaya akan Vitamin A, D, dan E, protein dan asam lemak, yang membantu mempertahankan kilau rambut Anda. Karena sebagian besar rambut Anda terbuat dari protein, dorongan ekstra pada rambut membuatnya terasa sehat dan tidak mudah rusak. Selain lezat saat dimasak, telur juga merupakan kondisioner alami yang bagus.

Lemon paling baik untuk Anda yang memiliki kulit kepala berminyak, karena jus lemon memiliki kemampuan menyerap minyak dan lemak berlebih di kulit kepala. Lemon kaya akan vitamin C, yang mengarah ke rambut kuat, dan sifat asamnya akan membantu membersihkan rambut dari produk yang menumpuk dan debu. Lemon juga mengandung senyawa yang disebut Limonene, yang membuat rambut lebih berkilau dan tidak kusam. Jus lemon juga bagus untuk melawan ketombe, karena memiliki khasiat antijamur. Campuran lemon dan telur merupakan masker rambut alami yang cocok untuk Anda yang memiliki jenis rambut berminyak.

  • Gula Merah dan Minyak Zaitun, Masker Rambut Alami untuk Rambut Kering.

Gula merah adalah exfoliant yang bagus untuk rambut yang membantu menyingkirkan sel-sel kulit mati dari kulit kepala dan sisa penumpukan residu lainnya. Sedangkan minyak zaitun extra virgin digunakan sebagai kondisioner alami untuk merawat rambut kering. Selain itu juga menghasilkan rambut lembut dan berkilau dengan mengunci kelembaban dan mencegah kekeringan pada kulit kepala. Campuran masker rambut alami ini akan menjadi pilihan terbaik Anda untuk membantu mengatasi masalah kerusakan rambut dan ujung bercabang.

Anda tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk masker rambut. Dengan hanya memanfaatkan bahan-bahan alami dan memahami manfaat setiap bahan untuk rambut Anda, Anda dapat mencampur dan mencocokkannya sesuai keinginan untuk mengatasi masalah rambut Anda.

Read More
penggunaan cuka apel untuk jerawat

Cara Menggunakan Cuka Apel untuk Jerawat

Cuka apel terbuat dari hasil fermentasi sari apel yang banyak dimanfaatkan untuk kesehatan, mulai dari menurunkan kadar gula darah, berat badan, dan risiko kanker. Tidak terkecuali pada kesehatan kulit, ternyata cuka apel dapat mengatasi jerawat yang membandel. Wah, penasaran kan seperti apa manfaat cuka apel untuk jerawat? Lalu, bagaimana pula cara mengaplikasikannya? Yuk, simak di sini!

Penjelasan cuka apel untuk jerawat

Cuka dikenal dengan kemampuannya yang dapat membunuh jenis bakteri dan virus tertentu. Hal ini telah terbukti melalui hasil penelitian yang diterbitkan oleh PubMed bahwa cuka dapat mengurangi jumlah beberapa bakteri dan virus tertentu hingga 95%.

Nah, jerawat umumnya disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes atau P. acnes. Beberapa penelitian telah berhasil membuktikan kemampuan cuka untuk jerawat, yaitu dengan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Cuka mengandung asam organik berupa asam asetat, sitrat, laktat, dan suksinat, yang semuanya ampuh untuk membunuh bakteri P. acnes. 

Oleh karena itu, dengan mengoleskan cuka apel ke kulit Anda mungkin dapat mengendalikan bakteri penyebab jerawat, meskipun masih diperlukan lebih banyak penelitian.

Manfaat dan efek samping cuka apel 

Beberapa manfaat cuka apel untuk jerawat, meliputi:

  • Membunuh bakteri penyebab jerawat.
  • Menghilangkan bekas luka atau jerawat.
  • Mengurangi peradangan akibat jerawat.
  • Memperbaiki tekstur dan pigmentasi kulit.

Meski manfaat cuka apel untuk jerawat cukup ampuh, tetapi jika penggunaannya dalam jangka panjang dapat menyebabkan luka bakar secara alami. Untuk mencegahnya, gunakanlah cuka apel dalam jumlah sedikit atau diencerkan. Selain itu, hindari pemakaian cuka apel jika Anda memiliki kulit sensitif atau luka terbuka, karena dapat menyebabkan iritasi.

Perlu digarisbawahi, penggunaan cuka apel dapat membantu mengendalikan bakteri penyebab jerawat dan mengurangi bekasnya. Namun, bisa saja manfaat ini tidak berhasil bagi Anda yang memiliki jerawat parah atau kronis.

Cara menggunakan cuka apel untuk jerawat

Yang perlu diperhatikan adalah tingkat keasaman cuka apel sangat tinggi. Oleh karena itu, cuka sari apel harus diencerkan terlebih dahulu sebelum dioleskan ke kulit. Sebagian orang ada yang menggunakan cuka apel ini setelah dengan perawatan lain, jerawat tidak juga mereda. 

Beberapa langkah sederhana mengaplikasikan cuka apel untuk jerawat adalah sebagai berikut.

  • Cuci wajah Anda dengan sabun wajah yang ringan dan air bersih, lalu keringkan.
  • Oleskan campuran cuka apel yang telah diencerkan dengan kapas secara lembut ke kulit yang berjerawat.
  • Tunggu sekitar 5 – 20 detik, lalu bilas dengan air bersih dan keringkan.
  • Gunakan 1 – 2 kali sehari.

Merujuk pada American Academy of Dermatology, beberapa perawatan standar untuk kulit berjerawat yang dapat Anda lakukan adalah:

  • Bersihkan kulit Anda dua kali sehari dan setelah melakukan aktivitas yang berkeringat dengan sabun yang lembut non-abrasif.
  • Gunakan skin care astringen ringan berbahan dasar non-alkohol.
  • Menggunakan benzoyl peroxide yang dijual bebas, baik digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan antibiotik topikal untuk jerawat ringan.
  • Jangan menyentuh jerawat dengan tangan Anda dalam keadaan kotor dan biarkan jerawat hilang secara alami.
  • Hindari paparan cahaya matahari atau berjemur di bawah cahaya matahari.
  • Kurangi mengonsumsi makanan indeks glikemik (IG) tinggi.

Jika menggunakan cuka apel untuk jerawat dan melakukan perawatan standar lainnya tidak juga membantu jerawat Anda hilang, maka segeralah periksakan ke dokter kulit. Mungkin saja, Anda memiliki masalah jerawat kronis atau parah. Saat ini, biaya mungkin bukanlah pertimbangan yang utama, sebab akan terbalaskan hasilnya nanti dengan kulit Anda yang bersih dan bebas dari jerawat yang membandel.

Read More

Perlukah Double Cleansing untuk Perawatan Wajah Pria?

Kebanyakan pria jarang memerhatikan penampilan wajahnya. Saat ini tak hanya wanita, pria pun harus disadarkan akan pentingnya merawat wajah. Perawatan wajah pria bukan sekadar demi mencapai estetika, melainkan juga demi kesehatan tubuh.

Bagi pria yang sering beraktivitas di luar ruangan, terkena terik matahari, polusi kendaran, debu, keringat, sebum, dan kotoran lainnya ada baiknya rutin melakukan perawatan. Perawatan double cleansing merupakan basic skincare yang wajib dilakukan. 

Apa itu double cleansing?

Double cleansing adalah metode pembersihan wajah yang terdiri dari 2 langkah. Cara ini bertujuan agar kotoran  di wajah terangkat dengan maksimal. Langkah yang pertama, menggunakan pembersih yang terdiri dari beberapa jenis pilihan, seperti:

  • Cleansing oil (berbahan dasar minyak)
  • Cleansing water (berbahan dasar air)
  • Cleansing milk (memiliki komposisi susu lebih banyak daripada minyak)
  • Cleansing balm (berbahan dasar minyak namun tidak cair)

Yang kedua, Anda bisa membasuh muka menggunakan sabun muka seperti biasa. Setelah kedua tahap tersebut dilakukan, wajah akan terasa lebih segar dan ringan.

Perawatan ini sebaiknya dilakukan secara rutin 2 kali sehari yakni sebelum memulai aktivitas di pagi hari dan setelah melakukan aktivitas di malam hari.

Mengapa harus melakukan double cleansing?

Jika selama ini pria biasanya hanya membersihkan muka menggunakan sabun muka, bahkan ada yang hanya menggunakan air saja, ternyata cara itu tidak cukup menghilangkan kotoran di wajah. Pembersihan yang tidak tuntas menyebabkan masalah kulit, yang paling umum adalah jerawat.

Kotoran yang menutup pori-pori menyebabkan minyak di lapisan kulit tersumbat, lalu mengaktifkan bakteri penyebab jerawat, kemudian memicu peradangan sehingga menimbulkan komedo dan jerawat.

Faktanya, wajah pria memproduksi minyak lebih banyak daripada wanita sehingga perawatan ini penting dilakukan. Tak hanya itu, double cleansing juga memicu regenerasi sel-sel baru dan mempersiapkan wajah menerima perawatan selanjutnya.

Cara memilih produk

Setiap kulit wajah memiliki kondisi yang berbeda-beda. Sebelumnya, Anda harus mengetahui tipe kulit yang dimiliki.

Anda bisa mengeceknya dengan cara observasi menggunakan pelembab. Caranya, bersihkan wajah dan keringkan. Oleskan pelembab selama 30 menit secara merata ke seluruh permukaan. Jika wajah tidak lengket maka kemungkinan tipe wajah Anda kering, jika muncul kilap di bagian hidung dan jidat kemungkinan bertipe kombinasi, jika mengkilap di seluruh permukaan wajah maka tipe wajah Anda berminyak. 

Pemilihan produk dengan bahan yang tidak sesuai berakibat buruk bagi wajah. Berikut ini cara pemilihan perawatan double cleansing berdasarkan tipe wajah:

  • Tipe normal

Tipe kulit ini cenderung tidak terlalu bermasalah sehingga pemilihan jenis perawatan double cleansing nya puntidak banyak pantangan dan aturan. Anda hanya perlu menjaga agar perawatan dilakukan secara rutin.

  • Tipe berminyak

Pria memiliki produksi sebum lebih banyak dari wanita karena tingginya hormon testosteron. Ini menyebabkan kulit wajah pria lebih mudah berminyak. Pada musim semi dan panas, produksinya cenderung semakin meningkat.

Bila memiliki tipe wajah ini, biasanya Anda juga semakin sering mengalami jerawat. Pilih pembersihberbahan dasar air seperti micellar water. Sebisa mungkin hindari cleansing oil, milk, atau balm karena ketiganya mengandung bahan minyak di dalamnya.

Pastikan setelah menyelesaikan rangkaian double cleansing, kulit wajah tidak terasa kering dan terasa ditarik. Hal tersebut merupakan indikasi bahwa perawatan yang diugunakan terlalu kering dan keras.

  • Tipe kering

Produksi sebum yang tidak banyak, membuat kulit lebih mudah berisik dan rentan menimbulkan luka apabila digaruk. Produk berbahan dasar minyak bisa menjadi pilihan. Selain itu, pilih juga produk dengan kandungan aloe vera agar lebih melembabkan.

  • Tipe kombinasi

Minyak biasanya muncul berlebih di zona T (area hidung dan dahi). Cleansing yang mampu mengurangi sebum sekaligus melembabkan menjadi pilihan terbaik. Sabun muka yang digunakan sebaiknya berbahan dasar alami dan tidak terlalu keras.

  • Tipe berjerawat

Tipe kulit ini membuat pemiliknya ekstra hati-hati dalam melakukan perawatan. Paling utama, sebisa mungkin hindari produk dengan bahan dasar minyak. Usahakan pilih bahan cleansing dengan klaim non-comedogenic yang artinya tidak mudah menyumbat pori dan menimbulkan komedo. Kandungan asam salisilat pada sabun muka juga bisa membantu melawan bakteri penyebab jerawat.

Hindari sabun muka yang memiliki bahan scrub karena efek gesekannya bisa membuat luka pada jerawat yang meradang.

  • Tipe sensitif

Wajah mudah mengalami inflamasi jika salah melakukan perawatan. Sebaiknya Anda memilih cleansing dengan bahan alami dan lembut serta hindari produk dengan komposisi alkohol atau fragrance di dalamnya.

Kendala perawatan wajah pria biasanya terletak pada keengganan pria melakukan rutinitas tersebut. Yang perlu diingat, perawatan ini merupakan investasi yang penting untuk kesehatan kulit di masa depan.

Read More

Cara Membuat Lilin Lebah yang Bisa Dicoba

Siapa sangka jika lebah tidak hanya menghasilkan madu, hewan yang satu ini ternyata bisa menghasilkan bee pollen dan lilin lebah, alias beeswax. Tidak jauh berbeda dengan madu, beeswax ini memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh manusia. Namun berbeda dengan madu, beeswax tidak dikonsumsi dengan cara dimakan atau diminum.

Pada umumnya beeswax diaplikasikan pada kulit seperi untuk pelembap kulit dan bibir, selain itu juga dapat digunakan sebagai pengolahan, pengemasan dan pengawetan beberapa makanan. Beeswax juga sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan kulit, tetapi bagi seorang yang memiliki masalah kulit tidak boleh terburu-buru menggunakannya.

Membuat Lilin Lebah

Beeswax muncul akibat koloni lebah pekerja membuat sarang dengan bentuk heksagon, selama masih hidup, lebah pekerja ini mengeluarkan kelenjar dari pori-pori yang bisa mengubah gula dalam madu menjadi lilin. Sebelum membuat beeswax, langkah pertama yang harus dikerjakan adalah menyiapkan beberapa bahan yang dibutuhkan di antaranya.

  • Dua sendok makan beeswax siap pakai, biasanya berbentuk butiran.
  • Setengah cangkir minyak zaitun dan satu sendok teh minyak lemon esensial.
  • Wadah plastik atau kaca bertutup dan gelas ukur atau wadah kaca tahan panas.

Lebah pekerja yang kemudian mengunyah lilin-lilin hingga lembut dan membentuk sebuah tekstur, setelahnya lilin lunak dimasukkan ke dalam struktur sarang lebah. Lebah sudah dapat memproduksi lilin ketika usia mereka 12 hingga 18 hari, hal inilah yang membuat para peternak lebah turut memanen lilin saat panen madu, berikut beberapa langkah untuk membuat beeswax.

  • Langkah pertama yang dilakukan campurkan minyak zaitun dan lilin ke dalam wadah yang tahan panas.
  • Lalu panaskan selama beberapa menit di dalam microwave, keluarkan kemudian aduk-aduk lalu masukkan kembali hingga seluruhnya mencair dan menyatu dengan sempurna.
  • Selain menggunakan microwave, untuk melelehkan lilin bisa dilakukan dengan cara menyetimnya selama beberapa menit.
  • Kemudian tuangkan air ke atas teflon atau panci, masukkan mangkok kaca yang berisi mnyak dan lilin, aduk-aduk hingga mencair seluruhnya.
  • Sangat disarankan untuk menggunakan api medium ketika membuat beeswax agar hasil yang didapat sempurna.
  • Jika campuran lilin dan minyak zaitun sudah meleleh dan bercampur dengan baik, masukkan ke dalam wadah tertutup yang sebelumnya sudah dipersiapkan, lalu diamkan beberapa menit.
  • Masukkan minyak lemon esensial ke dalamnya, fungsi dari diberikannya minyak ini adalah memberi aroma segar yang bersih dan mampu menghilangkan noda minyak dan lengket.
  • Setelahnya aduk ketiga campuran tersebut hingga menghasilkan konsistensi yang tampak lembut dan memiliki temperatur dengan suhu ruangan.

Manfaat Beeswax

  • Mengatasi Peradangan

Penyakit kulit yang membuat kulit menjadi gatal karena munculnya psoriasis dan eksim, peradangan kulit kronis juga dapat terjadi jika seseorang mengalami penyakit ini. Beeswax bisa menjadi pilihan tepat untuk mengatasi kondisi ini, sama seperti madu yang mengandung komponen antiperadangan sehingga sangat baik untuk diandalkan.

  • Melembapkan Kulit

Lilin lebah kerap dijadikan sebagai salah satu bahan dan komposisi beberapa produk perawatan kulit, antioksidan yang terkandung di dalamnya mampu menangkal radikal bebas, memperbaiki kulit kering hingga memperbaiki kulit kasar dan pecah-pecah. Beeswax diketahui kaya akan vitamin A dan emolien yang dapat membantu melembutkan serta menghidrasi kulit.

  • Melindungi Hati

Antioksida yang terkandung di dalam beeswax membantu melindungi hati, selain itu kandungan alkohol juga ditemukan dalam sarang lebah. Alkohol lilin ini diketahui dapat untuk mengevaluasi tingkat aman atau tidaknya jika digunakan oleh orang yang menderita penyakit hati.

Read More

Menakar Tingkat Efektivitas Sabun Antiseptik

Sabun antiseptik dapat menghasilkan banyak berbusa seperti sabun biasa

Di pasar beredar begitu banyak jenis sabun yang bisa digunakan oleh manusia. Perbedaannya terletak mulai dari jenis, wangi, hingga kandungan bahan. Berkaitan dengan kandungan bahan, tersedia sabun antiseptik dan sabun biasa atau tanpa kandungan bahan yang bisa membunuh kuman.

Di dalam sabun antiseptik terkandung suatu bahan yang bersifat antibakteri. Tujuan penambahan ini sudah pasti untuk menghentikan sisa bakteri yang masih ada di kulit untuk menggandakan diri, sekaligus mengurangi hingga mencegah potensi terjadinya infeksi.

Zat kimia yang dinilai sebagai antibakteri itu umumnya adalah triclosan. Dalam penelitian skala laboratorium, penambahan triclosan memberi manfaat nyata untuk mengurangi jumlah bakteri dibanding sabun biasa. Masalahnya, di lapangan zat ini justru dinilai tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan manusia.

Jadi, sebenarnya penggunaan antiseptik itu perlu atau tidak? Untuk menjawab pertanyaan itu, ada baiknya membaca beberapa informasi mengenai efektivitas sabun antiseptik di bawah ini:

  • Mengandung Bahan Antimicrobial Aktif

Sabun antiseptik dirancang dengan bahan antimikroba atau antibakteri khusus yang tak dapat ditemukan pada sabun biasa. Pada banyak produk sabun antiseptik, bahan antibakteri aktif yang digunakan berupa triclosan dan triclocarban. Meski pada dasarnya terbukti aman digunakan, penggunaan dua jenis bahan antimicrobial ini perlahan mulai ditinggalkan. 

Itu sebabnya, beberapa merek sabun antiseptik modern telah mengganti penggunaan triclosan dan triclocarban dengan bahan antibakteri natural yang terinspirasi dari alam. Dengan begitu, manfaat melawan kuman tetap bisa didapatkan, dan faktor kesehatan keluarga juga tetap terjaga.

  • Memiliki Kandungan Timol

Agar dapat melindungi dan membersihkan tubuh dari bakteri jahat secara maksimal, sabun antiseptik juga dihadirkan dengan beberapa bahan spesial, salah satunya yaitu timol. Untuk diketahui, timol dikenal sebagai bahan antiseptik alami yang berasal dari tanaman herbal bernama timi. 

Bahan antiseptik timol sendiri didapatkan dari bagian kuncup dan minyak daun tanaman timi. Tak hanya menghasilkan wewangian khas, timol juga dikenal ampuh membersihkan kulit dan mencegah infeksi. Kandungan timol yang penuh manfaat ini akan sangat sulit ditemukan pada produk sabun biasa.

  • Lebih Efektif Membasmi Kuman

Salah satu tugas utama sabun antiseptik adalah mengurangi atau bahkan membasmi kuman penyebab penyakit. Mengingat risiko paparan kuman dalam aktivitas sehari-hari sangat tinggi, kandungan bahan pembersih dalam sabun biasa terkadang tak cukup melindungi tubuh. 

Di sinilah sabun antiseptik menawarkan peran penting. Dengan kandungan bahan antibakteri khusus, sabun antiseptik efektif melindungi tubuh dari kuman yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit, memicu pertumbuhan jamur, atau penularan penyakit.

  • Pilihan Tepat Saat Sistem Imun Lemah

Bahaya infeksi bakteri dan kuman tentu sudah menjadi rahasia umum. Ada begitu banyak penyakit, dari ringan hingga berbahaya, yang bisa muncul karena bakteri dan kuman yang bersarang di tubuh. 

Itu sebabnya, tubuh manusia sudah dilengkapi mekanisme pertahanan alami untuk melindungi diri dari penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, maupun virus. Namun, saat sedang sakit atau tidak fit, sistem imunitas tubuh manusia akan ikut melemah. 

Sebagai akibatnya, tubuh tidak mendapat perlindungan maksimal dan rentan terinfeksi kuman atau bakteri. Dalam hal ini, bahan antimicrobial yang dimiliki sabun antiseptik dapat menjadi alternatif pelindung yang baik.

***

Beberapa informasi di atas mungkin dapat menjadi pertimbangan bagi para konsumen sebelum menentukan pilihan terkait sabun antiseptik ini. Mungkin untuk beberapa hal dan kasus tertentu, sabun antiseptik bisa bermanfaat bagi Anda dan keluarga.

Namun, jika dirasa Anda tidak mendapat manfaat berarti dari sabun antiseptik yang digunakan, tak ada salahnya kembali atau tetap menggunakan sabun biasa, lho. Lagi pula, sabun biasa juga sudah cukup baik dalam hal membersihkan tubuh seseorang setelah seharian beraktivitas.

Read More

Mengapa Shampo Penumbuh Rambut Tidak Mengatasi Masalah Kebotakan

Kebotakan pola pria atau wanita, yang juga disebut androgenic alopecia adalah kondisi rambut rontok yang mempengaruhi Anda. Kerontokan rambut adalah hal yang normal, terutama seiring bertambahnya usia. Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Apakah shampo penumbuh rambut membantu?

Rambut rontok pada umumnya mempengaruhi kulit kepala atau seluruh tubuh Anda, dan bisa bersifat sementara atau permanen. Kondisi ini bisa merupakan hasil dari faktor keturunan, perubahan hormon, kondisi medis atau bagian normal dari penuaan. Siapa pun bisa kehilangan rambut di kepala mereka, tetapi hal ini lebih sering terjadi pada pria.

Rambut rontok disebabkan oleh DHT (dihydrotestosterone), hormon yang dapat menyebabkan folikel rambut menjadi tidak berfungsi. Jadi, jika Anda ingin menghentikan kerontokan rambut, Anda harus memblokir DHT tersebut. Saat mencari DHT blocker, Anda mungkin menemukan shampo penumbuh rambut yang bisa membantu masalah rambut rontok. Tapi, apakah shampo tersebut benar-benar berfungsi?

Jerry Shapiro, dokter kulit rontok rambut terkemuka mengatakan, hal tersebut tergantung pada jenis rambut rontok yang Anda coba rawat. Kebotakan biasanya mengacu pada kerontokan rambut yang berlebihan dari kulit kepala Anda. 

Shampo penumbuh rambut hanya efektif jika Anda memiliki kondisi kulit kepala, seperti ketombe atau psoriasis, yang dapat menyebabkan kerontokan rambut. Dengan dua kondisi itu, Anda mungkin kehilangan rambut karena peradangan, dan shampo akan membantu mengurangi masalah tersebut.

Namun, shampo penumbuh rambut pada umumnya bukan perawatan rambut rontok yang efektif untuk kebotakan pola. Karena shampo memiliki periode kontak yang sangat singkat dengan kulit kepala dan folikel rambut Anda. Sehingga, zat-zat di dalam shampo tersebut tidak punya cukup waktu untuk merangsang pertumbuhan rambut atau mencegah kerontokan rambut Anda.

Shampo penumbuh rambut bukan solusi untuk kebotakan pola. Namun hal itu dapat melengkapi rencana perawatan rambut rontok yang Anda jalani. Jika Anda masih mencari rencana perawatan rambut rontok yang tepat, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda.

Read More

Mengatasi Penyebab Kulit Wajah Kering

Beberapa orang lebih mudah memiliki kulit wajah kering dibandingkan dengan orang lain. Perawatan yang lembut dan obat-obatan alternatif rumahan dapat mengatasi kulit wajah kering tersebut dan mencegahnya untuk datang lagi. Penyebab kulit wajah kering bagi orang bermacam-macam, mulai dari suhu dan kelembapan lingkungan, penggunaan produk perawatan kulit atau sabun yang mengandung zat kimia keras, kondisi kulit seperti eksim dan lain-lain. Artikel ini akan membahas hal-hal apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi kulit kering.

Gunakan pelembap setiap harinya

Untuk mendapatkan perawatan yang tepat, penting untuk tahu penyebab kulit wajah kering terlebih dahulu. Namun, biasanya banyak kasus kulit wajah kering dapat diatasi hanya dengan menggunakan pelembap OTC. Pelembap seperti krim wajah dapat meningkatkan fungsi pelindung alami kulit wajah Anda, yang akan mendukung retensi air. Anda bisa menggunakan produk pelembap pada malam hari untuk mendapatkan manfaat ekstra. Misalnya, oleskan pelembap pada kulit yang kering sebelum Anda tidur dan cuci munggunakan pembersih yang lembut pada pagi hari.

Namun, dengan banyaknya produk pelembap yang ada di pasaran saat ini, Anda harus tahu mana produk yang cocok bagi kulit dan tidak menimbulkan efek samping. Pelembap yang lembut dan aman bagi wajah biasanya mengandung bahan-bahan bermanfaat seperti asam hyaluronic, ceramides, dan colloidal oatmeal. Namun tidak sedikit produk-produk pelembap di pasaran yang mengandung zat-zat pengering dan dapat menjadi penyebab kulit wajah kering untuk bertambah buruk. Anda harus menghindari produk pelembap yang mengandung alkohol, parfum dan pewarna buatan, dioxane dan petroleum.

Beberapa orang lebih suka menggunakan pelembap kulit yang alami untuk mengatasi kulit kering. Pelembap tersebut dapat Anda dapatkan dari gel lidah buaya, minyak kelapa, dan shea butter. Minyak kelapa dan shea butter mengandung minyak alami. Beberapa orang yang memiliki kulit wajah tipe normal, berminyak, atau kombinasi mungkin akan mendapatkan jerawat setelah menggunakan produk tersebut.

Menggunakan pembersih wajah yang lembut

Sabun yang mengandung pewangi, pewarna, dan bahan kimia lain dapat menyebabkan kulit wajah kering dan iritasi. Akan baik bagi Anda untuk menghindari produk-produk yang mengandung bahan-bahan tersebut dan memilih pembersih atau sabun wajah yang bebas parfum dan alkohol. Beberapa bahan lain yang harus Anda hindari seperti SLS, petroleum, parabens, DEA, MEA dan TEA.

Eksfoliasi membersihkan kulit kering berlebih

Kulit akan memproduksi sel-sel kulit baru dengan alami, dan melepaskan sel kulit mati. Biasanya, pergantian sel ini terjadi dalam satu bulan. Ketika sel kulit mati menempel di permukaan kulit, banyak orang akan menyadari adanya bagian-bagian kulit yang kering dan atau pori-pori yang tersumbat. Eksfoliasi dapat membantu membersihkan sel-sel kulit mati, yang dapat menguragi tambalan kulit kering dan meningkatkan tekstur kulit wajah secara keseluruhan. Anda dapat melakukan eksfoliasi menggunakan alat ataupun zat kimiawi. Alat eksfoliasi mekanis seperti sikat pembersih, handuk, dan scrub wajah. Sementara, alat eksfoliasi kimia seperti asam alpha-hydroxy (AHAs) dan asam beta-hydroxys (BHAs).

Agar Anda dapat melakukan perawatan kulit kering yang tepat, Anda harus tahu penyebab kulit wajah kering terlebih dahulu. Karena penyebab dan tipe kulit yang berbeda, membutuhkan perawatan dan metode yang berbeda pula untuk menghasilkan hasil yang lebih efektif. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kulit apabila kulit kering tidak kunjung hilang meskipun telah melakukan beberapa perawatan di atas.

Read More